INAnews.co.id, Rote Ndao – Warga penerima program Bantuan Swadaya Rumah Tidak Layak Huni (RLH) di Desa Kuli Ai sele, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao Provinsi NTT, mengeluh soal kualitas bahan bangunan.
Dimana bahan bangunan yang disiapkan oleh penyedia bahan bangunan tidak sesuai spesifikasi.
Hal ini disampaikan oleh Rince Jonas Warga Dusun Lemulik yang tinggal di RW 03. Begitu juga dengan Dedy Manukoa juga yang tinggal di Dusun Tali Lipa Dusun RW 004, Desa Kuli Ai sele , Kecamatan Lobalain.
“Saya rasa aneh pak, kok saya mendapatkan bantuan ini tidak sama seperti spek alias perencanaan, terutama Batako dan Besi Banci. Sementara tetangga saya keliatannya juga mengalami hal yang sama seperti saya ,” ujar Dedy saat ditemui di rumahnya pada sabtu, 16 Juli 2022.
Sebagaimana diketahui, pada Tahun Annggaran 2021, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menganggarkan dana RLH yang bersumber dari APBD melalui Dana Desa ( ADD) sebesar Rp. 49500 juta rupiah bagi warga yang tidak mampu.
Namun fakta di lapangan, kualitas bahan bangunan yang disiapkan, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.
Serupa juga yang di alami warga Dusun Gaya Baru, RT 010 RW 005 Absalom Dillak mengatakan hal yang sama.
“Tujuannya kan yang tadinya tidak layak menjadi layak huni, tetapi kalau batu batako untuk tembok dan besi nya besi banci tidak sesuai spec dari mana rumah tersebut bisa kuat seperti harapan pemerintah Kabupaten” ujar Absalom pada sabtu 16 juli 2022.
Sementara, Kepala Desa Kuli Ai sele Yermias Thine alias Mias saat dikonfirmasi, melalui gawai pada Sabtu 16 Juli 2022, ponselnya tidak dapat dihubungi.
Kadis PMD Yames Therik yang dihubungi pada melalui gawai pada Sabtu 16 Juli 2022 mengatakan, dirinya berterima kasih atas informasi yang disampaikan dan mengaku dirinya belum kroscek ke lapangan.
“Baik pak, terima kasih atas infonya, hari Senin 18 Juli 2022 Tim Dinas PMD, Pendamping Desa akan ke desa guna mengecek semua material RLH di Desa Kuli Aisele TA 2022. Salam Berdesa,” ucap Yames.
Reporter : Dance Henukh
Editor : M Helmi






