Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Dukung Ketahanan Pangan, Fathulloh: Metode Akuaponik, Panen Sayur Bonus Ikan

badge-check


					Dukung Ketahanan Pangan, Fathulloh: Metode Akuaponik, Panen Sayur Bonus Ikan Perbesar

INAnews.co.id, Tangerang Selatan – Berbicara Akuaponik sangat menarik dalam menggerakkan pemberdayaan masyarakat guna mendukung serta mensukseskan Ketahanan Pangan yang merupakan program pemerintah.

Hal inilah yang selama ini ditekuni seorang pria bernama Fathulloh penggiat sejati Akuaponik warga Kota Tangerang Selatan sejak tahun 2010 sudah menjadi pembicara dan memberikan pelatihan tentang metode Akuaponik.

Berkat menekuni metode Akuaponik, ia  sejak tahun 2010 sudah menjadi pembicara dan memberikan pelatihan di berbagai tempat, diantaranya;
• Pelatihan Akuaponik binaan PT Telkom, di Jakarta, Bandung, Kota Tangerang (2013,
• Pelatihan binaan Bank Mandiri Jakarta 2014,
• Melakukan pendampingan masyarakat di Pulau Seribu 2014 tentang Akuaponik,
• Pelatihan binaan Bank Indonesia di Jayapura/Papua  tahun 2015,
• Pelatihan dan pembicara tentang Akuaponik binaan Astra Honda Motor (AHM) se-Jabodetabek tahun 2015
• Membentuk Pengurus Pusat Komunitas Petani Kota  Tangerang Selatan tahun 2016,
•Penulis Buku Akuaponik 2016 berjudul Akuaponik, Panen Sayur Bonus Ikan”
• Mendirikan Koperasi Produsen Petani Komunitas Petani Kota Tangerang Selatan Skala Nasional tahun 2017,
• Konsultan Akuaponik binaan Unops PBB di Jakarta tahun 2022,
•Konsultan Akuaponik di pesisir Kalimantan, Jambi, Sumut dan propinsi lainnya di tahun 2022,
• Pembicara di KPKP Jakarta 2022 dan
• Pendiri Sentra Akuaponik Perkotaan – Tangerang Selatan/Program Urban Farming di Gerbang Emas Pamulang Tangsel 2022.

Ditemui disela – sela kesibukannya menata Akuaponik di Gerbang Emas Pamulang, Fathulloh menceritakan ketertarikannya menekuni Akuaponik hingga sekarang, ini. Dikatakannya bahwa Akuaponik merupakan kegiatan tanam pangan yang bisa dilakukan dimulai dari skala paling kecil dalam rumah tangga, dengan menerapkan teknologi budi daya perpaduan antara sayur dan ikan.

“Ini adalah kombinasi tanaman dan Ikan dalam satu wadah sehingga memberikan keuntungan kepada warga yang jika ditekuni akan meningkatkan perekonomian warga tersebut. Selain itu, dalam perawatan dan pemeliharaannya tidak begitu rumit bahkan bisa dikatakan sangat sederhana karena siapapun bisa melakukannya jika dibarengi dengan ketekunan,” jelasnya.

Lanjutnya lagi, kegiatan Akuaponik masuk dalam siklus ketahanan pangan yang dapat dilakukan oleh warga dengan tujuan menumbuhkan peran aktif warga dalam mencapai ketahanan pangan.

Hal ini dikatakannya bahwa sesuai konsep ketahanan pangan nasional, warga dapat berperan aktif bersama pemerintah untuk mewujudkan tercukupinya pangan secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah sejak menekuni Akuaponik, saya bisa berbagi ilmu kepada warga masyarakat. Karena  sejak tahun 2010, ” kata Fathulloh.

Ada kepuasan batin disaat kita bisa berbagi ilmu tentang Akuaponik  kepda masyarakat, karena masyarakat semakin memahami dan menarik minat untuk memulai Akuaponik.” terangnya yang juga salah satu pendiri Gerbang Emas Pamulang  dan juga Ketua Poktan KTKT Tangsel.

Bagaimana sistim penyampaian dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat dan apa keunggulan metode Akuaponik

Ini dijelaskannya bahwa dalam pelatihan budi daya ikan dan sayuran metode Akuaponik, dilakukan dengan metode ceramah tatap muka, dilanjutkan praktik cara budi daya ikan dan sayur.

Metode Akuaponik sangat efektif karena sistim ini terjadi simbiosis mutualis antara ikan dan sayur, dimana fungsi ikan menyediakan hampir semua nutrisi bagi tanaman, sedang sayuran menyerap nutrisi tersebut untuk makanan atau kesuburan tanaman itu.

Menurutnya, untuk sayur yang relatif cocok ditanam dengan metode Akuaponik seperti terong (ungu), kangkung, sawi, tomat, cabe, melon dan.lainnya, sedangkan  jenis ikan yang mudah adaptasi adalah jenis nila.

Selain itu, penerapannya, bisa digunakan di lahan yang sempit, artinya, sekitar halaman rumah bisa dilakukan budi daya ikan dan sayur dengan metode Akuaponik.

Soal manfaat metode Akuaponik, menurut Fathulloh, budidaya ini, dimana kotoran ikan tidak terbuang karena dijadikan pupuk organik bagi sayuran, karena pupuknya berasal dari kotoran ikan yang telah melalui proses biologis.

Dijelaskannya bahwa ,metode Akuaponik ini menghasilkan dua produk sekaligus dalam satu wadah /unit produksi yaitu sayur dan ikan dan ini dapat dihasilkan di lahan yang terbatas.

Metode ini, bersifat berkelanjutan dengan perpaduan sayur dan ikan , dimana pemeliharaannya juga mudah, tidak memerlukan penyiangan, terbebas dari hama tanah dan tidak memerlukan penyiraman serta biaya relatif terjangkau.” ungkapnya.(*Al/MN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Haidar Alwi : Tuduhan ICW Kepada Yayasan Kemala Bhayangkari Sebagai Mitra MBG Perlu Dikoreksi

5 Januari 2026 - 23:06 WIB

Populer NASIONAL