INAnews.co.id, Jakarta-Upaya normalisasi Kampus ITL Trisakti oleh Yayasan Trisakti dengan penyampaian hasil putusan Pengadilan PTUN nomor 407/G/2022/PTUN.JKT yang memenangkan Yayasan Trisakti terhadap pengelolaan ITL Trisakti, yang terjadi pada Selasa (30/5/2023) ternyata menyimpan duka bagi Alumni ITL Trisakti.
Batriono Sugiharto, Alumni ITL Trisakti (dahulu STMT Trisakti) Angkatan 1998 jurusan Manajemen Transportasi Udara, tiba-tiba jatuh dan dilarikan ke rumah sakit pada Selasa malam 30 mei 2023, saat mendatangi Kampus ITL Trisakti.
Namun nyawa beliau tidak tertolong setibanya di rumah sakit.
Menurut Dudi Franandes, Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni STMT Trisakti, juga sampaikan kegiatan hari ini juga wujud keprihatinan atas apa yang terjadi pada Selasa malam lalu kepada Batriono.
“Kami Selasa yang lalu hadir untuk melakukan perbaikan dan normalisasi ITL Trisakti yang sudah sangat kritis dan butuh penyelamatan, karena berbagai kesalahan pengelolaan dan penyelewengan yang dilakukan oleh rektor ITL Trisakti, Tjuk Sukardiman dan kroni-kroninya”, ujar Dudi menjelaskan persoalan yang dialami ITL Trisakti dalam rilisnya, Minggu 4 juni 2023.
Dirinya menyesalkan upaya dari para alumni ini dihadapi dengan intimidasi yang berakibat gugurnya alumni ITL Trisakti yang juga merupakan bagian dari stakeholder perguruan tinggi ITL Trisakti.
“Kami menyesalkan saat kami hadir di kampus ITL Trisakti, ternyata kami dihadang puluhan preman yang disewa pihak kampus. Sempat terjadi cekcok antara alumni dan para preman tersebut, namun kami tidak ladeni karena kami alumni punya akal sehat” sambung Dudi.
Aksi keprihatinan dan do’a bersama yang dipimpin oleh Wahyudin, Ketua Ikatan Alumni STMT Trisakti periode 2013 – 2016 berlangsung khidmat dengan penjagaan ketat aparat kepolisian.
Senada dengan Dudi, alumni ITL Trisakti yang lain, Eduard Manurung menambahkan doa lintas agama ini adalah wujud keprihatinan kami terhadap meninggalnya sahabat alumni.
“Atas nama kemanusiaan maka segala bentuk koreksi dan perbaikan hendaknya bisa disikapi secara beradab bukan dengan kekerasan. Bagi kami duka seorang alumni adalah duka bagi seluruh keluarga alumni STMT dan ITL Trisakti apapun agamanya, apapun sukunya. Karenanya kami sangat prihatin dan meminta agar cara-cara anti kemanusiaan seperti ini tidak terjadi lagi di ITL Trisakti” tutup Eduard.






