Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

DAERAH

Tanggap Bencana Gempa dan Kebakaran, UPB GPIB Mupel Banten Gelar Pelatihan Dan Evakuasi

badge-check


					Tanggap Bencana Gempa dan Kebakaran, UPB GPIB Mupel Banten Gelar Pelatihan Dan Evakuasi Perbesar

INAnews.co.id, Tangerang Selatan Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi yang tidak menentu seperti bencana alam dan keadaan darurat, Unit Penanggulangan Bencana (UPB) GPIB Mupel Banten untuk kesekian kalinya menggelar Sosialisasi dan Simulasi dalam penanganan tanggap bencana dan antisipasi kebakaran.

Simulasi bencana gempa bumi ini dipandu oleh Karl Simatupang Wakil Ketua UPB Sinode GPIB dan Pendeta Polly Hengkesa Ketua 1 BP Mupel Banten. Sedangkan untuk pelatihan pemadaman kebakaran dipandu oleh Konseptor Simulasi Denny Richard Samahati, Kordinator ERT J Andries Goni, Samuel Lumopa, Haposan Pasaribu dan Joanne Kaligis dilaksanakan di di GPIB Kinasih, Jl. Benda Permai IV, Kel Pondok Benda, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Dalam pelaksanaannya, langkah awal kegiatan dimulai simulasi terjadinya gempa bumi, dilanjut simulasi apabila terjadi kebakaran, hingga tahapan dalam proses evakuasi dari atas gedung hingga pada titik keluar gedung untuk dapat menyelamatkan diri jika dalam situasi dan kondisi membahayakan.

“Pelaksanaan kegiatan dilakukan satu hari pada hari Jumat kemarin (16/06/2023) dan kita memberikan materi berupa sosialisasi terkait kesiapsiagaan serta upaya tanggap bencana serta simulasi evakuasi mandiri jika terjadi gempa dan kebakaran,” kata Karl Simatupang Wakil Ketua UPB Sinode GPIB.

Menurutnya, simulasi ini diberikan kepada anggota UPB GPIB Mupel Banten dan jemaat dalam menyelamatkan diri dari bencana gempa, yaitu pertama mereka harus mengetahui bagaimana cara melindungi diri dari situasi gempa, yang kedua cara evakuasi, dan yang ketiga adalah memberikan bantuan untuk korban gempa.

“Pelatihan simulasi bencana alam sangat penting dilakukan secara rutin dan berkala karena simulasi ini, kita diberikan pengalaman bagaimana sebaiknya bertindak saat terjadi bencana.” jelasnya.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak panik jika terjadi gempa dan langsung menuju jalur evakuasi dan keluar gedung. Jika tidak memungkinkan dapat berlindung di bawah meja dan menghindari benda-benda yang mudah pecah.

“Artinya melalui simulasi ini, kita memberikan pemahaman dan pengalaman tentang perilaku bencana termasuk jalur-jalur evakuasi, pola pikir dan tindakan yang perlu atau tidak perlu dilakukan saat terjadi bencana. Selain itu, bagaimana kita memanfaatkan jalur-jalur evakuasi, memanfaatkan system informasi yang telah dibuat sebelumnya dan yang terpenting adalah memutuskan tindakan yang harus diambil dalam waktu yang singkat dengan mental yang baik.” paparnya.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menuju Indonesia Tangguh Bencana. Untuk itu mari kita merubah paradigma Bencana Alam (BA) menjadi Pengurangan Resiko Bencana (PRB).

Sedangkan Pendeta Polly Hengkesa Ketua 1 BP Mupel Banten juga mengatakan, kita berharap UPB GPIB Mupel Banten bisa menjadi satuan pendidikan yang bisa memberikan pengetahuan tentang penanggulangan kondisi darurat dengan benar dan dapat membantu pemanfaatan fasilitas kepada jemaat  dan juga masyarakat sekitarnya.

Setelah terlaksananya kegiatan simulasi kebakaran dan gempa bumi ini, kata Pendeta Polly Hengkesa dengan penuh optimisme berharap, kegiatan ini dapat menjadi salah satu jalan bagi UPB GPIB Mupel Banten dalam meningkatkan kapasitas dalam menentukan langkah nyata dan upaya mencegah dan mengurangi risiko bencana serta mampu memaksimalkan pertolongan atau penanggulangan bencana, khususnya yang berada di Tangerang Selatan.

Hal senada disampaikan Kordinator ERT J Andries Goni, bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman jemaat tentang kesiapsiagaan bencana, meningkatkan keterampilan jemaat dalam mengelola risiko bencana.

“Ada dua materi yang diberikan dalam simulasi tadi yaitu cara menghadapi terjadinya bencana gempa bumi serta cara mencegah dan penanggulangan kebakaran. Untuk penanggulangan kebakaran yang tepat, perlu dilakukan upaya mencegah dan mengurangi dampak dari kebakaran tersebut.” jelasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya penanganan dini terjadinya kebakaran.

Kegiatan dihadiri langsung oleh, Karl Simatupang Wakil Ketua UPB Sinode GPIB, Ibu Aryati Maitimoe Sekretaris UPB Sinode GPIB, Pendeta Polly Hengkesa Ketua 1 BP Mupel Banten, Steven Tunas Ketua IV BP Mupel Banten, Tim Medis Dr Sherley Palaar Koord Tim Medis GPIB Kinasih, Ketua Stanley Henry Pattileuw, Konseptor Simulasi Denny Richard Samahati, Kordinator ERT J Andries Goni,  Samuel Lumopa, Haposan Pasaribu, Joanne Kaligis, Tim P3K Puskesmas Benda Barat, Tim Yankes Kinasih, BPBD Tangsel Dodi, Malik, tim Dokumentasi Photo Jeffry Eliezer Lewerissa  dan Video  Levy Latuheru berikut para peserta jemaat GPIB Kinasih. (Lg/MN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango

9 Januari 2026 - 18:59 WIB

Pantai Pohon Cinta, Ikon Wisata Favorit di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo

8 Januari 2026 - 16:13 WIB

Pengangkatan Kepala Lingkungan Kelurahan Watulea yang Dinilai Cacat Prosedur Menuai kritik SAMURAIS

5 Januari 2026 - 10:29 WIB

Populer DAERAH