Menu

Mode Gelap
Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi

UPDATE NEWS

Dinilai Meresahkan Masyarakat, Hendra Tololiu Desak Danlantamal VIII Bubarkan Satgas Gakkumla

badge-check


					Dinilai Meresahkan Masyarakat, Hendra Tololiu Desak Danlantamal VIII Bubarkan Satgas Gakkumla Perbesar

 

INAnews.co.id Sulut— Satgas Gakkumla Lantamal VIII kini ramai dibincangkan di tengah-tengah masyarakat, pasalnya masyarakat menilai tindakan-tindakan dari satgas tersebut sudah tidak sesuai prosedur.

Hal senanda juga disampaikan Ketua Laskar Merah Putih Perjuangan Hendra Tololiu, SE. Seperti yang sudah dipublish beberapa media terkait satgas tersebut, Hendra juga menilai satgas tersebut sudah sebagai tindakan yang berlebihan. Minggu 27 Agustus 2023.

“Apa yang dilakukan satagas gakkumla ini sudah berlebihan, pertama mereka melakukan operasi pada saat kapal sandar di dermaga, seharusnya mereka melakukan operasi pada saat kapal berada di tengah laut, karena gakkumla adalah penegakan hukum di laut bukan di darat”, ucap Hendra.

Lanjut Hendra, dari beberapa tindakan oknum-oknum satgas tersebut sudah meresahkan masyarakat yang berada di atas kapal, yang mereka periksa untuk mencari barang-barang seludupan dengan memakai senjata laras panjang.

“Saya rasa kalau hanya untuk mencari ayam seludupan tidak perlu memakai senjata lengkap seperti itu, dengan membawa senjata laras panjang itu hanya menakut-nakuti masyarakat, karena ada beberapa lansia yang berada di atas kapal sempat shok karena menganggap para oknum-oknum satgas gakkumla mencari teroris atau bahan peledak”, beber Hendra.

Hendra juga mengungkapkan, bahwa satgas tersebut selama ini salah mengamankan barang yang diduga ilegal (Ayam), karena ayam tersebut dari daerah asalnya sudah dikeluarkan dokumen resmi dari pihak Karantina yang dalam hal ini paling berwenang menangani keluar masuk unggas di Sulut.

“Saya menilai satgas ini selain meresahkan masyarakat, satgas ini juga telah salah dalam mengamankan barang bukti Ayam, karena ayam tersebut sudah mengantongi dokumen yang resmi dari pihak Karantina sehingga ayam ini bukan lagi ayam ilegal”, tegas Hendra.

Hendra berharap satgas tersebut segera dibubarkan oleh Komandan Lantamal VIII, atau para oknum-oknum satgas tersebut segera di evaluasi dan ditindak, Hendra juga berharap hal ini bisa menjadi perhatian khusus bagi para petinggi-petinggi Angkatan Laut yang ada di Pusat.

“Saya minta satgas ini dibubarkan saja, atau para anggota yang di lapangan agar dievaluasi oleh Komandan Lantamal VIII, jangan sampai ulah dari oknum-oknum tersebut akan merusak citra Angkatan Laut apa lagi saat ini yang menjabat sebagai Pimpinan Tertinggi TNI adalah dari Angkatan Laut”, tutup Hendra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Populer NASIONAL