INAnews.co.id Manado– Infrastruktur di Kota Manado kian maju, dibawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil walikota dr Richard Sualang (AA-RS), hal ini terlihat dari banyaknya sarana dan prasarana serta fasilitas umum yang sampai hari ini terus menerus dibangun oleh Pemerintah Kota Manado.
Namun hal ini menjadi tempat untuk oknum-oknum yang hanya memperkaya diri mereka sendiri, dengan mengambil keuntungan dari proyek-proyek pembangunan tersebut, salah satu contoh pembangunan drainase yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai yang lumayan besar namun dikerjakan secara asal-asalan. Kamis 7 September 2023.
Seperti yang menjadi pantauan Redaksi Media ini, pekerjaan perbaikan drainase sepanjang jalan 14 Februari, Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea terlihat banyak yang rusak bahkan ada beberapa titik yang sudah ambruk, bahkan pekerjaan tersebut terlihat belum selesai dan sisa-sisa puing dari pekerjaan tersebut tidak dibersihkan sehingga bisa menghambat jalannya air ketika hujan nanti.
Hendra Tololiu Ketua Laskar Merah Putih Perjuangan (LMPP) mendengar hal tersebut langsung memberikan tangapan keras, Menurut Hendra pekerjaan tersebut dikerjakan secara asal-asalan dan hanya mengambil keuntungan dari proyek tersebut tanpa memberikan kwalitas pekerjaan yang baik.

“Dari pantauan dan sejumlah informasi belum sampai dua bulan proyek pekerjaan drainase itu dibangun malah sudah rusak, diduga hanya di kerjakan asal – asalan dikarenakan terlihat campuran spesi yang di pakai perbandingannya tidak sesuai dan terkesan terburu – buru (kejar storan),” Ucap Hendra.
Sebaiknya proyek pekerjaan drainase tersebut, ada tindakan lebih lanjut dari instansi terkait dalam hal ini Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Dan seharusnya pihak CV atau perusahan penyedia jasa (Kontraktor) lebih bertanggung jawab dalam hal ini, kami akan menunggu masa pemeliharaannya yang kemungkinan bisa perbaiki drainase tersebut,” ungkap Hendra.
Ia juga menyarankan kepada pihak Pemerintah Kota Manado, agar supaya memberikan sanksi kepada pihak penyedia jasa dan Wali Kota mengevaluasi kinerja dari Kepala Dinas PU Manado.
“Saya kira Wali kota lebih berwenang untuk mengambil tindakan lebih lanjut, kalau perlu Wali Kota memblack list Perusahan penyedia jasa tersebut dan lebih jauh lagi saya berharap Wali Kota copot Kepala Dinas PU Manado”, tegas Hendra.
Sampai berita ini naik publish, upaya konfirmasi awak media lewat pesan singkat Whats App kepada Kepala Dinas PU Manado tidak direspon meskipun sudah dibaca. (Ecang)






