Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

POLITIK

Berkibar Sebut Dungu, Soal Pernyataan Sudirman Said, AHY Pangkat Mayor Jadi Wapres

badge-check


					Bernadus , Direktur Executive Berkibar Foundation ( foto: istimewa) Perbesar

Bernadus , Direktur Executive Berkibar Foundation ( foto: istimewa)

INAnews.co.id, Jakarta – Pernyataan Juru Bicara Capres Anies Baswedan, Sudirman Said, soal AHY mengundang kontroversi.

Pernyataan Sudirman Said mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terlalu dini jadi Wakil Presiden (Wapres) dan hanya seorang Mayor TNI, karbitan dan belum matang menurut Bernadus, Direktur Executive Berkibar Foundation, dinilai pernyataan yang dungu.

“Sebelum membuat pernyataan semestinya Sudirman Said belajar sejarah lagi agar tidak kelihatan dungu, banyak pemimpin dunia yang berpengaruh justru lahir dari pangkat militer dibawah mayor, sebut saja beberapa diantaranya, Fulgancio Batista, orang paling disegani di Kuba hanya berpangkat Sersan, Evo Morales di Amerika Latin bahkan hanya bekas Serdadu, Benito Mussolini, Adolf Hitler di Jerman, berpangkat Kopral, dan sederet nama nama lainnya,” ucap Bernadus kepada INAnews via telepon pada sabtu 2 september 2023.

Menurutnya, Sudirman Said dinilai kekanak-kanakan menilai situasi politik saat ini, dalam politik manuver yang dilakukan Anies dan Surya Paloh itu biasa.

” Yang menjadi luar biasa adalah etika moral dalam manuver pengkhianatan itu adalah pelajaran buruk sejarah politik Anies dan Surya Paloh secara pribadi,” lanjut Bernadus.

Bernadus berpendapat dari pengkhianatan itu masyarakat dapat menilai apakah Calon Presiden (Capres) dan partai pengusungnya layak atau tidak di percaya.

“Tinggal menunggu sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selama ini mengusung idiologi religius, apakah mengikuti irama pengkhiatan itu atau tidak,” sambung Bang B sapa akrabnya.

Bang B juga sampaikan jika PKS juga punya etika politik yang sama, maka dapat dipastikan masyarakat akan menilai PKS tidak layak mengusung idiologi politik religius.

“Sudahlah, Masyarakat cukup cerdas untuk menilai,” tutup Bernadus.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK