Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

ENERGI

Pertemuan Meja Bundar ASEAN-BAC Bahas Transisi Energi di Indonesia

badge-check


					Ketua KADIN yang juga Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC) Arsjad Rasjid berpidato dalam sesi pembuka ASEAN Business Investment Summit (ABIS) 2023 di Jakarta, Minggu (3/9/2023). (Media Center KTT ASEAN 2023/Akbar Nugroho Gumay/foc.) Perbesar

Ketua KADIN yang juga Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC) Arsjad Rasjid berpidato dalam sesi pembuka ASEAN Business Investment Summit (ABIS) 2023 di Jakarta, Minggu (3/9/2023). (Media Center KTT ASEAN 2023/Akbar Nugroho Gumay/foc.)

INAnews.co.id, Jakarta– ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) bekerja sama dengan Canada-ASEAN Business Council (CABC), menjadi tuan rumah Pertemuan Meja Bundar Perdagangan ASEAN – Kanada.

Pertemuan meja bundar tersebut berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta pada Selasa, 5 September 2023.

Ketua ASEAN-BAC Arsjad Rasjid, Rabu (6/9/2023) menyampaikan bahwa pertemuan meja bundar itu diadakan dengan tujuan membina kemitraan sektor swasta yang nyata.

Diantara pembahasan adalah masalah mempercepat menuju Net Zero dan memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

“Pertemuan tingkat tinggi itu berfokus pada bagaimana negara-negara ASEAN dan Kanada dapat memperluas peluang pasar, mendorong kemitraan untuk energi ramah lingkungan, dan memfasilitasi arus perdagangan dan investasi melalui Kanada untuk mempercepat peran ASEAN dalam pertumbuhan global yang berkelanjutan,” ujar Arsjad dalam pidatonya.

Di antara yang hadir adalah Utusan Khusus Kanada untuk Indo-Pasifik Ian Mckay, Duta Besar Kanada untuk ASEAN Vicky Singmin, dan Presiden Dewan Bisnis Kanada-ASEAN Wayne Farmer.

Arsjad pun menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Perdana Menteri Justin Trudeau kepada ASEAN, mengingat ASEAN sebagai mitra strategis Kanada di kawasan Indo-Pasifik.

Namun, ia menekankan perlunya rencana dan strategi yang lebih konkrit untuk meningkatkan kerja sama di kawasan Asia Tenggara.

“Saat kami menjamu Perdana Menteri Trudeau pada KTT G20 di Bali, beliau menyampaikan langkah signifikan Kanada dalam berpartisipasi dalam pembangunan berkelanjutan ASEAN melalui pembentukan Kemitraan Transisi Energi yang Berkeadilan (JETP) dengan Indonesia dan Vietnam,” ungkap Arsjad.

Kemitraan strategis tersebut telah menghasilkan dukungan pendanaan yang besar dari Kanada untuk membantu Indonesia dan Vietnam dalam transisi dari sumber batubara ke sumber energi terbarukan.

Kerja Sama Perdagangan

Sementara itu, Presiden CABC Wayne Farmer mencatat kemajuan signifikan yang dicapai ASEAN dan Kanada baru-baru ini.

Terutama dengan menguatnya kembali komitmen ekonomi di kawasan ini yang didorong oleh Strategi Indo-Pasifik (IPS) baru Kanada dan kemajuan negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Kanada-ASEAN.

Wayne pun menyatakan komitmennya untuk mendukung kerja sama perdagangan dan investasi yang sedang berlangsung antara Kanada dan negara-negara ASEAN, mengingat pentingnya peran sektor swasta.

“CABC mewakili Kanada dan negara-negara ASEAN dalam mendukung perjanjian Penanaman Modal Asing (FDI) dan mengevaluasi perjanjian dan strategi yang ada. Kanada terdepan di bidang pertanian, inovasi teknologi, dan energi terbarukan. Kerja sama ini bertujuan untuk membantu negara-negara ASEAN dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dan transisi ke energi terbarukan,” kata Wayne Farmer.

Menurut Duta Besar Kanada untuk Jepang dan Utusan Khusus untuk Indo-Pasifik, Ian Mckay, Kanada akan segera diumumkan sebagai mitra strategis ASEAN.

Kanada telah meluncurkan Strategi Indo-Pasifik dengan lima pilar, termasuk pengawasan keamanan dan militer, bekerja sama dengan Indonesia.

Di bidang perdagangan, melalui perdagangan bebas dan perjanjian kemitraan ekonomi, Kanada juga mendorong pertukaran antarmasyarakat, termasuk akademisi, peneliti, dan pakar.

“Kami terus meningkatkan pendanaan iklim melalui partisipasi aktif dalam lembaga pendanaan iklim di ASEAN. Dalam diplomasi, kami juga terus memperluas partisipasi Kanada di ASEAN,” jelas Ian McKay.

Bisnis Berkelanjutan

Arsjad menyebutkan bahwa Kanada memiliki sumber daya energi alam yang melimpah, termasuk pembangkit listrik tenaga air, angin, dan panas bumi.

Kanada juga memiliki keahlian teknis dan teknologi mutakhir yang dibutuhkan industri ASEAN untuk mencapai pertumbuhan pesat.

“CABC sangat yakin bahwa Kanada, sebagai pemimpin global dalam komoditas pertanian, energi bersih, mineral penting, dan inovasi teknologi, memiliki posisi yang baik untuk menjadi mitra terpercaya bagi ASEAN di banyak bidang penting termasuk energi bersih dan transisi energi, ketahanan pangan, dan ekonomi digital untuk pemberdayaan UKM dan pertumbuhan inklusif,” tambah Wayne Farmer.

Selain itu, komunitas bisnis di Kanada sangat didorong untuk melaksanakan bisnis berkelanjutan terbaik sebagai bagian dari strategi perusahaan mereka.

“Dalam diskusi ini, kami ingin belajar dari perusahaan seperti Air Canada, Pacific Energy, dan lainnya. Untuk memotivasi dunia bisnis Indonesia melakukan hal yang sama,” kata Arsjad.

Ia optimistis Pertemuan Meja Bundar Perdagangan ASEAN-Kanada akan membuka jalan bagi pembangunan, proyek-proyek ambisius, dan meningkatkan kerja sama antara negara-negara ASEAN dan dunia usaha.

Untuk melengkapi perkembangan ini, diperlukan untuk memperluas fokus kolaborasi dan investasi pada sektor-sektor potensial.

ASEAN harus tanggap dengan perubahan ekonomi global dengan membangun interkoneksi untuk mengatasi pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Kami berharap dapat mengeksplorasi sektor-sektor potensial berkelanjutan, termasuk kolaborasi dan inovasi untuk mengurangi limbah perusahaan dan memberdayakan pemimpin perempuan di sektor energi,” kata Arsjad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI