Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

KEUANGAN

CBA Kritik Bank Indonesia Anggarkan Cetak Kelender Rp 6,6 miliar, Lebih Baik Untuk Beli Beras

badge-check


					CBA Kritik Bank Indonesia Anggarkan Cetak Kelender Rp 6,6 miliar, Lebih Baik Untuk Beli Beras Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Central Budget Analysis (CBA) kritik Bank Indonesia yang mengeluarkan anggaran senilai Rp 6,6 miliar hanya untuk cetak kalender tahun 2024.

“Ingat kelender, ingat Gus Dur yang pernah berlucu – lucu ria tentang Kelender. Buat Gus Dur, bila ingin kenyang selama satu tahun, belilah kelender yang seharga sepuluh ribu,” cada Uchok Sky Khadafi Direktur CBA dalam rilisnya diterima Redaksi 31 oktober 2023.

Kata Uchok, dengan memiliki satu kelender saja, sudah cukup memenuhi kebutuhan selama satu tahun.

“Tetapi kalau duit hanya sepuluh ribu untuk membeli nasi atau lauk pauk tidak akan cukup untuk kebutuhan satu tahun,” sambung candanya.

Dalam tahun ini seperti BI (Bank Indonesia) ingin menjadikan guyonan Gus dur menjadi sebuah kenyataan, sebuah Program bagi BI.

“Tidak malu – malu, tidak mau tanggung – tanggung, BI akan cetak kelender Tahun 2024 sebesar Rp.6.6 miliar,” kata Uchok.

Lanjutnya , cetak kelender seharga Rp.6.6 miliar, anggap saja sama dengan irama guyonan ala Gus Dur.

” Duit sepuluh ribu atau Rp.6.6 miliar, anggap tidak ada perbedaan, sama sama duit, sama – sama dicetak BI. Gus Dur atau Pejabat BI seperti Gubernur BI, Perry Warjiyo beserta jajarannya deputinya, ternyata sama – sama punya selera humor tinggi,” ungkapnya.

Makanya, jangan katakan “Wow”, karena jengkel, atau jangan katakan ini terlalu mahal, atau BI dituduh suka pemborosan uang negara.

“Tetapi, sekali lagi anggap saja Gubernur BI, Perry Warjiyo sedang “Stand up comedy” alias berlucu – lucuan ria di depan Publik sambil menghambur – hamburkan duit BI,” lanjut Uchok.

Dengan mengikuti humor Gus dur, dengan membeli kelender sampai Rp.6.6 miliar, Gubernur BI barangkali tidak usah lagi menerima gaji yang katanya bisa mencapai Rp199 juta per bulan atau hampir Rp 2,4 miliar per tahun.

“Cukup dengan mendapat satu kelender saja dari BI yang dia pimpin, sudah cukup atau lebih untuk kebutuhan makan selama satu tahun. Atau bisa bisa juga, dengan cetak kelender Rp.6.6 miliar seperti sebagai obat untuk karyawan BI,” ucapnya.

“Obat mengantisipasi masalah yang sedang heboh di kalangan rakyat menengah dan rakyat kecil tentang Beras mahal dan membeli beras di ritel harus dibatasi,” kata Uchok lagi.

Artinya menurut Uchok, dengan memiliki satu buah kelender tiap karyawan BI, maka anggap saja sudah mencukupi kebutuhan makan selama satu tahun.

Makanya untuk itu, kami dari CBA (Center For Budget) meminta kepada Gubernur BI, Perry Warjiyo agar cetak kelender seharga Rp.6.6 miliar dibatalkan saja.

“Dan lebih baik duit sebanyak Rp.6.6 miliar dialokasikan saja, misalnya untuk beli beras, sebanyak 461.105 Kg, ketika harga beras sekitar Rp.14.500,” kata Uchok.

CBA malah sarankan dengan membeli beras sebanyak 461,105 Kg ini bisa di bagi bagikan untuk orang – orang miskin, fakir miskin, orang jompo, yang seharusnya dipelihara Negara, tetapi kini sudah dipelihara oleh Bank Indonesia.

“Akan tetapi, bila BI tetap ngotot mencetak kelender sampai Rp.6.6 miliar, maka Kami dari CBA meminta aparat hukum harus mengawasi dan menyidiknya. Cetak kelender patut dicurigai, tidak pantas cetak kelender bisa sampai ke angka Rp.6.6 miliar bagi orang orang yang waras,” ucap Uchok.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI