Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Menkominfo Budi Arie Setiadi Ungkap Fakta Digitalisasi UMKM di Acara HUT Ke-6 Tangguh Berkibar

badge-check


					Menkominfo Budi Arie Setiadi Ungkap Fakta Digitalisasi UMKM di Acara HUT Ke-6 Tangguh Berkibar Perbesar

 

Tangerang Selatan, INAnews.co.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-6 Tangguh Berkibar Tangsel dengan Tema “Peluang Dan Tantangan Digitalisasi UMKM” berlangsung dengan semarak dan dihadiri oleh para pelaku UMKM. Acara ini dilaksanakan di Ball Room Swiss-Bell Intermark, Jl Lkr.Timur, Kel.Rawa Mekar Jaya, Kec Serpong, Tangerang Selatan pada Kamis (30/11/2023).

Para narasumber yang hadir dalam acara tersebut antara lain Menkominfo Budi Arie Setiadi, Penasehat Muhammad Qodari, Nico Barito Dubes Seychelles untuk ASEAN, dan Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna) Founder Krisna Oleh-Oleh.

Dalam sambutannya, Menkominfo Budi Arie menjelaskan bahwa saat ini terdapat 65 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, namun hanya 19 juta yang telah melakukan digitalisasi. Hal ini menjelaskan bahwa masih terdapat 46 juta UMKM lainnya yang perlu melaksanakan transformasi digital. Kontribusi yang telah diberikan oleh UMKM di Indonesia sangatlah positif, termasuk menyumbang 61,7% dari total pendapatan domestik bruto atau setara dengan Rp8,5 triliun. UMKM juga berhasil menyerap sekitar 96,9% tenaga kerja di Indonesia dan menyumbang sekitar 60,4% dari total investasi di negara ini.

Menkominfo juga menambahkan bahwa data ini didapatkan dari Kementerian Perdagangan pada tahun 2021. Dalam era digital yang terus berkembang, UMKM memiliki peluang besar untuk memanfaatkan teknologi lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas, membuka pasar dan pelanggan baru, serta mengelola keuangan dengan lebih baik. Digitalisasi dapat mempercepat alur keuangan, administrasi, dan lainnya.

Namun demikian, Menkominfo juga menyadari bahwa masih terdapat tantangan dalam mendorong digitalisasi UMKM, yaitu rendahnya tingkat kepercayaan dan pengetahuan digital di kalangan pelaku UMKM. Keterampilan dan pengetahuan digital masih kurang, terutama di daerah pedesaan.

Kementerian Kominfo telah menginisiasi berbagai program untuk mendukung UMKM di Indonesia. Beberapa program yang digagas dan dijalankan oleh Kementerian Kominfo antara lain gerakan nasional buatan Indonesia, gerakan nasional literasi digital, serta program pelatihan pengembangan wirausaha berbasis digital dan program UMKM level. Misalnya, dalam Program Digital Entrepreneurship Academy (DEA),

“Kementerian Kominfo memberikan pelatihan kewirausahaan digital kepada pelaku UMKM. Hingga tahun 2023, telah ada 30 ribu pelaku usaha yang mendapatkan pelatihan dan keterampilan digital.” jelasnya.

Menkominfo Budi Arie menegaskan bahwa potensi besar digitalisasi perlu dimanfaatkan untuk mendorong perekonomian UMKM di Indonesia. Kementerian Kominfo terus berupaya mendukung UMKM, misalnya dengan program UMKM Level Up.

“Program ini merupakan pendampingan dan fasilitasi untuk UMKM agar dapat go online melalui digital mentoring dan business incubator.” tambahnya.

Nico Barito Dubes Seychelles untuk ASEAN juga menyampaikan harapannya bahwa Tangguh Berkibar dapat menjadi go international dan mengembangkan kerjasama UMKM dengan Seychelles untuk meningkatkan ekonomi kedua belah pihak.

Ketua Pembina TB Tangsel, Ancilla Yanny Irmella, mengapresiasi penyampaian dari Menkominfo dan menjelaskan bahwa digitalisasi telah menjadi fenomena yang tidak asing lagi di era modern ini. UMKM perlu menghadapi tantangan dan adaptasi terhadap perubahan besar yang dihadirkan oleh digitalisasi.

“Pasar digital menawarkan banyak keuntungan, dan keterbatasan pengetahuan teknologi dapat diatasi dengan mengikuti pelatihan dan keterampilan digitalisasi.”Ujarnya.

“Hal yang penting adalah UMKM perlu mengembangkan model bisnis baru dan tidak takut untuk menjelajahi dunia digital serta memanfaatkan peluang yang ada.” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI