Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

KEUANGAN

Bank Banten (BEKS) Balikkan Rugi Jadi Laba Rp 27,29 Miliar di 2023

badge-check


					Bank Banten (BEKS) Balikkan Rugi Jadi Laba Rp 27,29 Miliar di 2023 Perbesar

INAnews.co.id, Banten – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) membalikan kondisi dari rugi menjadi laba pada 2023.

Nilai laba bersih bank daerah ini mencapai Rp27,29 miliar per Desember 2023. Adapun, sebagai perbandingan per Desember 2022 BEKS masih membukukan rugi bersih sebesar -Rp249,37 miliar.

Capaian laba bank pada 2023 itu terdorong oleh kinerja pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang tumbuh 25,57% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp196,27 miliar pada 2023.

Bank Banten juga mencatatkan pemulihan dari penyisihan kerugian penurunan nilai aset sebesar Rp17,49 miliar pada 2023.

Bank juga mencatatkan pemulihan dari penyisihan kerugian penurunan nilai aset sebesar Rp17,49 miliar pada 2023.

Meski demikian, aset secara keseluruhan mengalami penurunan dari Rp7,22 triliun menjadi Rp6,8 triliun.

Penyusutan aset ini terutama terkurasnya giro di Bank Indonesia dari Rp558,17 miliar menjadi Rp279,9 miliar. 

Bank Banten juga membukukan pendapatan bunga bersih Rp196,27 miliar, melesat 25 persen dari posisi sama di tahun 2022 sejumlah Rp156,30 miliar.

Sejalan dengan itu,dikutip dari Kontan.co.id, BEKS juga semakin efisien dalam menjalankan operasionalnya.

Hal ini terlihat dari perbaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada tahun 2023 menjadi 95,19% dari sebelumnya 155,94% pada 2022.

Penurunan rasio BOPO tersebut sejalan dengan beban umum dan administrasi bank yang mengalami penyusutan menjadi Rp 137,57 miliar pada 2023, dari sebelumnya Rp398,96 miliar pada 2022.

Beban tenaga kerja dan tunjangan juga susut menjadi Rp 122,62 miliar dari sebelumnya Rp 139,7 miliar.

Laba sebelum pajak Rp50,53 miliar, meningkat 117 persen dari tekor Rp284,64 miliar. Laba komprehensif Rp27,28 miliar, surplus 110 persen dari Rp249,37 miliar.

Jumlah saham beredar 43,84 miliar lembar mengalami penurunan 15,48 persen dari akhir 2022 sekitar 51,87 triliun lembar.

Dana pihak ketiga (DPK) Rp3,73 triliun, turun 10 persen dari akhir 2022 senilai Rp4,16 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Komentar Pengamat soal Alfamart dan Indomaret Harus Tutup karena Bisa Rugikan Kopdes

24 Februari 2026 - 19:17 WIB

Populer EKONOMI