Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

KEUANGAN

Bank Banten (BEKS) Balikkan Rugi Jadi Laba Rp 27,29 Miliar di 2023

badge-check


					Bank Banten (BEKS) Balikkan Rugi Jadi Laba Rp 27,29 Miliar di 2023 Perbesar

INAnews.co.id, Banten – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) membalikan kondisi dari rugi menjadi laba pada 2023.

Nilai laba bersih bank daerah ini mencapai Rp27,29 miliar per Desember 2023. Adapun, sebagai perbandingan per Desember 2022 BEKS masih membukukan rugi bersih sebesar -Rp249,37 miliar.

Capaian laba bank pada 2023 itu terdorong oleh kinerja pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang tumbuh 25,57% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp196,27 miliar pada 2023.

Bank Banten juga mencatatkan pemulihan dari penyisihan kerugian penurunan nilai aset sebesar Rp17,49 miliar pada 2023.

Bank juga mencatatkan pemulihan dari penyisihan kerugian penurunan nilai aset sebesar Rp17,49 miliar pada 2023.

Meski demikian, aset secara keseluruhan mengalami penurunan dari Rp7,22 triliun menjadi Rp6,8 triliun.

Penyusutan aset ini terutama terkurasnya giro di Bank Indonesia dari Rp558,17 miliar menjadi Rp279,9 miliar. 

Bank Banten juga membukukan pendapatan bunga bersih Rp196,27 miliar, melesat 25 persen dari posisi sama di tahun 2022 sejumlah Rp156,30 miliar.

Sejalan dengan itu,dikutip dari Kontan.co.id, BEKS juga semakin efisien dalam menjalankan operasionalnya.

Hal ini terlihat dari perbaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada tahun 2023 menjadi 95,19% dari sebelumnya 155,94% pada 2022.

Penurunan rasio BOPO tersebut sejalan dengan beban umum dan administrasi bank yang mengalami penyusutan menjadi Rp 137,57 miliar pada 2023, dari sebelumnya Rp398,96 miliar pada 2022.

Beban tenaga kerja dan tunjangan juga susut menjadi Rp 122,62 miliar dari sebelumnya Rp 139,7 miliar.

Laba sebelum pajak Rp50,53 miliar, meningkat 117 persen dari tekor Rp284,64 miliar. Laba komprehensif Rp27,28 miliar, surplus 110 persen dari Rp249,37 miliar.

Jumlah saham beredar 43,84 miliar lembar mengalami penurunan 15,48 persen dari akhir 2022 sekitar 51,87 triliun lembar.

Dana pihak ketiga (DPK) Rp3,73 triliun, turun 10 persen dari akhir 2022 senilai Rp4,16 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI