INAnews.co.id, Banten – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (BEKS) membalikan kondisi dari rugi menjadi laba pada 2023.
Nilai laba bersih bank daerah ini mencapai Rp27,29 miliar per Desember 2023. Adapun, sebagai perbandingan per Desember 2022 BEKS masih membukukan rugi bersih sebesar -Rp249,37 miliar.
Capaian laba bank pada 2023 itu terdorong oleh kinerja pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang tumbuh 25,57% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp196,27 miliar pada 2023.
Bank Banten juga mencatatkan pemulihan dari penyisihan kerugian penurunan nilai aset sebesar Rp17,49 miliar pada 2023.
Bank juga mencatatkan pemulihan dari penyisihan kerugian penurunan nilai aset sebesar Rp17,49 miliar pada 2023.
Meski demikian, aset secara keseluruhan mengalami penurunan dari Rp7,22 triliun menjadi Rp6,8 triliun.
Penyusutan aset ini terutama terkurasnya giro di Bank Indonesia dari Rp558,17 miliar menjadi Rp279,9 miliar.
Bank Banten juga membukukan pendapatan bunga bersih Rp196,27 miliar, melesat 25 persen dari posisi sama di tahun 2022 sejumlah Rp156,30 miliar.
Sejalan dengan itu,dikutip dari Kontan.co.id, BEKS juga semakin efisien dalam menjalankan operasionalnya.
Hal ini terlihat dari perbaikan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada tahun 2023 menjadi 95,19% dari sebelumnya 155,94% pada 2022.
Penurunan rasio BOPO tersebut sejalan dengan beban umum dan administrasi bank yang mengalami penyusutan menjadi Rp 137,57 miliar pada 2023, dari sebelumnya Rp398,96 miliar pada 2022.
Beban tenaga kerja dan tunjangan juga susut menjadi Rp 122,62 miliar dari sebelumnya Rp 139,7 miliar.
Laba sebelum pajak Rp50,53 miliar, meningkat 117 persen dari tekor Rp284,64 miliar. Laba komprehensif Rp27,28 miliar, surplus 110 persen dari Rp249,37 miliar.
Jumlah saham beredar 43,84 miliar lembar mengalami penurunan 15,48 persen dari akhir 2022 sekitar 51,87 triliun lembar.
Dana pihak ketiga (DPK) Rp3,73 triliun, turun 10 persen dari akhir 2022 senilai Rp4,16 triliun.






