Menu

Mode Gelap
Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap

METRO

Praktisi Penasaran dengan Motif Penyerang PDN/PDNS

badge-check


					Foto: Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto ketika menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier, Selasa, 9 Juli 2024/tangkapan layar Perbesar

Foto: Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto ketika menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier, Selasa, 9 Juli 2024/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Motif penyerang Pusat Data Nasional atau Pusat Data Nasional Sementara (PDN/PDNS) belum diketahui sampai sekarang. Tapi umumnya, motifnya adalah ekonomi. Uang. Demikian menurut Founder Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto ketika menjadi tamu di podcast Deddy Corbuzier, Selasa, 9 Juli 2024.

Teguh pun menilai tindakan penyerang data itu tidak biasa. Dilihatnya tidak biasa. Ia menyebut penyerang, sebagai hacker bingung.

“Ransomware di luar itu ada yang kejam. Mereka menyerang rumah sakit. Rumah sakit lumpuh. Orang pada mati. Mereka enggak peduli. Lu enggak bayar ya gua enggak ngasih (key),” ungkap Teguh.

Teguh menyebut bahwa perputaran uang ransomware itu sangat besar. Di  luar itu perputarannya kata dia, mungkin sudah ratusan triliun.

“Nah ini dalam sekian hari berubah (kasus PDN/PDNS). Minta maaf, satu. Udah gitu akan ngasih key-nya. Kan kayak—motifnya apa gitu, kan. Dan benar dia udah ngasih key itu. Key valid,” imbuh Teguh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Populer GERAI HUKUM