Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

ENERGI

Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 Batam Momentum Penting Industri Hulu Migas

badge-check


					Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 Batam Momentum Penting Industri Hulu Migas Perbesar

INAnews.co.id , Jakarta – Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 di Batam menjadi momentum penting bagi industri hulu migas nasional untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas produk dalam negeri agar mampu bersaing di pasar global. SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Pelaksanaan Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 di Batam menjadi penting karena di sini berkumpul penyedia barang dan jasa core (inti) yang langsung mengerjakan berbagai produk barang dan jasa terkait aktivitas hulu migas nasional,” kata Wakil Kepala SKK Migas, Shinta Damayanti, usai acara pembukaan hari kedua, Kamis 4 Juli 2024.

Menurutnya, aktivitas industri hulu migas saat ini sedang meningkat dengan telah disetujuinya beberapa proyek strategis hulu migas ke depan.

Beberapa proyek tersebut antara lain KKKS ENI Muara Bakau, KKKS Petronas, dan KKKS INPEX Masela. Proyek pengembangan industri hulu migas saat ini berfokus pada area lepas pantai, yang memerlukan persiapan matang menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan pengembangan di area darat.

“Kombinasi market inteligence dan kolaborasi dapat menghasilkan operasi yang lebih efisien, mengurangi risiko bisnis, dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang,” ujarnya.

Pejabat Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang turut hadir di acara pembukaan, menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja SKK Migas dan KKKS, khususnya di Provinsi Riau. Provinsi Riau adalah penghasil minyak mentah terbesar di Indonesia saat ini, dengan kinerja lifting migas mencapai 180.000 BOPD atau 30% dari lifting nasional.

“Saya mengharapkan kita semua tetap fokus dan bersinergi menjalankan program hulu migas tahun 2024 agar memberikan dampak bagi Provinsi Riau melalui dana bagi hasil Migas, participaty interest (PI) 10 persen, dan efek berganda pengembangan masyarakat,” ujar Hariyanto.

Shinta kembali menambahkan, para mitra yang terlibat dalam proyek hulu migas harus memastikan ketersediaan pendanaan yang cukup untuk menghindari kemungkinan keterlambatan dalam pelaksanaan proyek.

Salah satu alternatif pembiayaan adalah pengajuan pinjaman ke lembaga keuangan atau kerjasama dengan mitra investasi melalui kemitraan usaha patungan atau dengan investor swasta.

Hari kedua Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 di Batam menampilkan dua sesi diskusi kelompok (FGD) yang membahas solusi untuk mengatasi berbagai tantangan krusial di industri hulu migas. Salah satu topik yang dibahas adalah solusi pembiayaan proyek, mengingat proyek-proyek di sektor ini sering memerlukan investasi besar dengan risiko signifikan.

Sesi FGD lainnya membahas penguatan galangan kapal nasional dalam mendukung operasional hulu migas.

Diskusi dan presentasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kapasitas dan kapabilitas produk-produk nasional serta memajukan industri hulu migas Indonesia secara keseluruhan.

Proyek offshore cenderung memiliki biaya produksi yang lebih tinggi karena infrastruktur yang rumit, biaya logistik, dan risiko operasional yang lebih besar.

Tekanan untuk mengurangi biaya produksi sering menjadi tantangan bagi operator.

“Perlu kerjasama antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengembangkan solusi yang berkelanjutan. Keterlibatan industri galangan kapal di dalam negeri sangat penting dalam menunjang aktivitas KKKS di sektor migas,” kata Shinta lagi.

Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 di Batam tidak hanya menjadi wadah untuk berdiskusi, tetapi juga sebagai ajang untuk membangun kolaborasi yang kokoh dan menghasilkan inovasi-inovasi baru yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan sektor migas di Tanah Air.

Sesi yang tak kalah penting di hari kedua adalah presentasi produk inovatif oleh PT Cameron Services International.

Selama dua hari kegiatan, Pre IOG SCM & NCB Summit 2024 di Batam diramaikan dengan kegiatan pameran yang terdiri dari 23 booth kemitraan dan beberapa booth yang memfasilitasi para vendor untuk lebih mengenal SCM di Industri Migas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI