INAnews.co.id, Jakarta– Pimpinan Partai Gerindra yaitu Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Habiburokhman bertemu keluarga korban orang hilang dan para aktivis 1998. Momen tersebut diunggah akun resmi Dasco @sufmi_dasco, kemarin.
“Silaturahmi Kebangsaan Bersama Keluarga Orang Hilang Tahun 98 dan Para Aktivis 98,” demikian keterangan yang ditulis Dasco.
Terpisah, Dasco memastikan bahwa pertemuan dengan aktivis dan keluarga korban 98 tidak membahas hal-hal politik tetapi lebih pada silaturahmi untuk memperkuat persaudaraan dan kemajuan Indonesia
“Ya, sama juga bahwa pertemuan dengan keluarga orang hilang 98 dan aktivis 98 itu juga dalam rangka silaturahmi, memperkuat oleh persaudaraan. Kita enggak bicara macam-macam, cuma kita sepakat bahwa ke depan kita akan sama-sama memikirkan bagaimana kemajuan Indonesia,” ujar Dasco, dikutip beritasatu, di gedung DPR.
Dasco mengatakan penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu sudah dilakukan pemerintah secara non-yudisial.
Menurut Dasco, keluarga korban sudah memahami dan mengetahui hal tersebut.
“Kemudian ada hal-hal di masa lalu, ya itu sudah ada penyelesaian yang dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga kami ingin melakukan sinkronisasi-sinkronisasi dalam rangka menyamakan visi ke depan,” ungkap Dasco.
Dasco mengaku, keluarga korban menyampaikan sejumlah hal dan nantinya disinkronkan dengan program Prabowo-Gibran.
“Tapi enggak ada soal politik, tetapi terutamanya bagaimana soal kesejahteraan rakyat, bagaimana soal pendidikan, bagaimana soal pangan, dan juga kesehatan,” pungkas Dasco.
14 nama keluarga orang hilang dan aktivis 98 yang hadir dalam silaturahmi tersebut diungkapkan Dasco, sebagai berikut dari kiri-kanan):
1. Fitriwani (Anak Wiji Tukul)
2. Keluarga Aan Rusdianto Aktivis 98
3. Ibu Heni (Kakak Herman Hermawan, Aktivis 98)
4. Ibu Hera (Kakak Herman Hermawan, Aktivis 98)
5. Ibu Fatah (Ibunda Gilang, Aktivis 98)
6. Aan Rusdianto (Aktivis 98)
7. Pak Utomo (Ayah Bimo Petrus, Aktivis 98)
8. Hakim (Anak Dedi Hamidun, Aktivis 97)
9. Suyadi (Kakak dari Suyat, Aktivis 98)
10. Paiyan Siahaan (Ayah Ucok Siahaan, Aktivis Mei 98)
11. Ayahnya Mugiyanto Aktivis 98
12. Mugiyanto (Aktivis 98)
13. Nina (Adik dari Yadin, Aktivis Mei 98)
14. Navila (Anak dari Nova Alkatiri, Aktivis 97)






