Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

SOSIAL

Pimpinan Gerindra Bertemu Keluarga Korban Orang Hilang Tahun 98

badge-check


					Foto: dok. akun IG Sufmi Dasco Ahmad Perbesar

Foto: dok. akun IG Sufmi Dasco Ahmad

INAnews.co.id, Jakarta– Pimpinan Partai Gerindra yaitu Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Habiburokhman bertemu keluarga korban orang hilang dan para aktivis 1998. Momen tersebut diunggah akun resmi Dasco @sufmi_dasco, kemarin.

“Silaturahmi Kebangsaan Bersama Keluarga Orang Hilang Tahun 98 dan Para Aktivis 98,” demikian keterangan yang ditulis Dasco.

Terpisah, Dasco memastikan bahwa pertemuan dengan aktivis dan keluarga korban 98 tidak membahas hal-hal politik tetapi lebih pada silaturahmi untuk memperkuat persaudaraan dan kemajuan Indonesia

“Ya, sama juga bahwa pertemuan dengan keluarga orang hilang 98 dan aktivis 98 itu juga dalam rangka silaturahmi, memperkuat oleh persaudaraan. Kita enggak bicara macam-macam, cuma kita sepakat bahwa ke depan kita akan sama-sama memikirkan bagaimana kemajuan Indonesia,” ujar Dasco, dikutip beritasatu, di gedung DPR.

Dasco mengatakan penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu sudah dilakukan pemerintah secara non-yudisial.

Menurut Dasco, keluarga korban sudah memahami dan mengetahui hal tersebut.

“Kemudian ada hal-hal di masa lalu, ya itu sudah ada penyelesaian yang dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga kami ingin melakukan sinkronisasi-sinkronisasi dalam rangka menyamakan visi ke depan,” ungkap Dasco.

Dasco mengaku, keluarga korban menyampaikan sejumlah hal dan nantinya disinkronkan dengan program Prabowo-Gibran.

“Tapi enggak ada soal politik, tetapi terutamanya bagaimana soal kesejahteraan rakyat, bagaimana soal pendidikan, bagaimana soal pangan, dan juga kesehatan,” pungkas Dasco.

14 nama keluarga orang hilang dan aktivis 98 yang hadir dalam silaturahmi tersebut diungkapkan Dasco, sebagai berikut dari kiri-kanan):

1. Fitriwani (Anak Wiji Tukul)

2. Keluarga Aan Rusdianto Aktivis 98

3. Ibu Heni (Kakak Herman Hermawan, Aktivis 98)

4. Ibu Hera (Kakak Herman Hermawan, Aktivis 98)

5. Ibu Fatah (Ibunda Gilang, Aktivis 98)

6. Aan Rusdianto (Aktivis 98)

7. Pak Utomo (Ayah Bimo Petrus, Aktivis 98)

8. Hakim (Anak Dedi Hamidun, Aktivis 97)

9. Suyadi (Kakak dari Suyat, Aktivis 98)

10. Paiyan Siahaan (Ayah Ucok Siahaan, Aktivis Mei 98)

11. Ayahnya Mugiyanto Aktivis 98

12. Mugiyanto (Aktivis 98)

13. Nina (Adik dari Yadin, Aktivis Mei 98)

14. Navila (Anak dari Nova Alkatiri, Aktivis 97)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Populer POLITIK