INAnews.co.id, Jakarta – Dalam rangka pencegahan angka kematian terhadap bahaya binatang reptil, IMI DKI JAKARTA melalui Divisi Rescue IMI Jakarta melaksanakan sosialiasi bahaya reptil khususnya bagi pengguna kendaraan.
Dalam kegiatan Silahturahmi Rescue IMI DKI Jakarta pada Minggu 18 Agustus 2024 di Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta di jabarkan soal edukasi kepada beberapa komunitas otomotif yang hadir tentang penanganan reptil berbahaya.

Menurut Ketua Rescue IMI DKI Jakarta, Kaleem Ahmad jika kegiatan ini juga diadakan sebagai rasa syukur atas Kemerdekaan RI yang ke 79 dan juga sekaligus sosialisasi dan edukasi kepada para pengguna kendaraan tentang pentingnya mengetahui bahaya binatang reptil yang kerap sering ditemui.
“Kegiatan sosialisasi dan edukasi penanganan bencana ini rutin kami adakan setiap 2 bulan sekali, terlebih kegiatan yang sifatnya mendadak tentang kebencanaan kita action langsung dilapangan,” terang Kaleem ditemui INAnews pada Minggu 18 Agustus 2024.
Kegiatan selanjutnya juga Tim Rescue IMI DKI Jakarta dua bulan kedepan akan mengadakan kegiatan sosial dan edukasi seperti safety riding, donor darah sampai bakti sosial.

” Untuk lebih lanjutnya belum bisa kita sampaikan pastinya kegiatan nanti lebih besar dan bermanfaat bagi pecinta dan komunitas otomotif. Untuk detailnya kita masih susun bersama tim agar kegiatan ini lebih besar dan compact waktunya, ” jelas Kaleem.
Sementara itu sebagai pembicara tentang bahaya binatang reptil, IMI DKI Jakarta menggandeng komunitas mobil Calya Sigra Club ( Calsic) Chapter Depok sebagai pemberi materi.

Mukhlis Asmuni yang sekaligus member Calsic juga tergabung dalam Komunitas Raptor Indonesia, mengatakan kenapa pentingnya kita mengetahui soal binatang reptil yang ada disekitar kita, karena selain melindungi satwa itu sendiri juga untuk mencegah korban kehilangan nyawa dari binatang reptil.
” Jadi binatang reptil yang sering kita temui seperti ilar, biawak , kura-kura dan lainnya jika kita mengetahui penanganannya kita bisa terhindar dari bahaya. Sebab binatang reptil ini khususnya ular kadang sering kita temui di sekitar mesin mobil, karena ular ini senang ditempat yang hangat, jika kita temui hal itu kita cukup mengusir dan tak perlu membunuhnya,” jelas Mukhlis Asmuni.
“Jadi kegiatan Komunitas Raptor ini meliputi edukasi ke sekolah dan warga, komunitas-komunitas seperti otomotif dan komunitas Ciliwung, juga kita melakukan evakuasi dan sweeping ke perusahaan dan perumahan warga, jadi kita menengahi konflik antara manusia dan binatang reptil,” jelas Mukhlis.
Mukhlis juga sampaikan saat ini Raptor juga bekerjasama dan dipercayakan oleh Toyota Astra untuk melakukan pengecekan mesin mobil yang telah lama terparkir diluar area.
“Hasil evakuasi juga kita berikan kepada BKSDA atau kita lepaskan lagi di alam liar yang jauh dari pemukiman penduduk,” ujarnya.
Pada kegiatan ini Mukhlis juga menunjukkan langsung reptil sejenis ular, biawak dan kura-kura. Dimana reptil yang dibawa saat edukasi ini merupakan bukan reptil yang didapat dari alam liar melainkan hasil ternak atau bidding.
” Jadi pada kegiatan ini penting sekali bagi anak mobil dimana reptil ini kebanyakan berdarah dingin dan kadang mereka masuk ke selah mobil atau mesin. Penanggulangannya cukup diusir dengan menepuk bagian kap mobil dengan begitu mereka akan keluar sendiri atau menggunakan alat penangkap ular,” jelasnya.
Mukhlis juga sampaikan pentingnya menjaga kebersihan rumah, karena menurutnya reptil seperti ular itu menyukai tempat lembab dan sarang tikus.
“Jadi jika kita sering temui ular masuk rumah itu karena mereka mencari makanan seperti tikus atau tempat itu lembab. Saya juga musti sampaikan jika ular itu takut garam itu sebenarnya mitos, karena reptil itu tidak suka dengan yang wangi- wangian, jadi bisa kita gunakan karbol atau kamper toilet untuk mencegah mereka bersarang di tempat kita,” tutupnya.






