Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

GLOBAL

Yahya Sinwar Pengganti Ismail Haniyeh Sebagai Kepala Biro Politik Hamas

badge-check


					Foto: Yahya Sinwar, dok. AFP Perbesar

Foto: Yahya Sinwar, dok. AFP

INAnews.co.id, Jakarta– Yahya Sinwar pengganti Ismail Haniyeh sebagai Kepala Biro Politik Hamas pada Selasa (6/8/2024).

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa dengan terpilihnya Yahya Sinwar, perlawanan tetap akan dilanjutkan kepada penjajah Zionis Israel.

Biografi Yahya Sinwar

Yahya Sinwar memiliki nama lengkap Yahya Ibrahim Hasan Sinwar “Abu Ibrahim”. Lahir pada 19 Oktober 1962 di Kamp Pengungsi Khan Yunis.

Yahya Sinwar belajar di sekolah-sekolah Khan Yunis hingga menyelesaikan sekolah menengah di Sekolah Menengah Putra Khan Yunis. Kemudian masuk Universitas Islam Gaza dan meraih gelar Sarjana Bahasa Arab.

Ketika masih menjadi mahasiswa, Yahya Sinwar menonjol dalam diskusi umum mahasiswa antar blok dan menjadi salah satu pemikir utama Blok Islam.

Ia juga sempat bekerja di Dewan Mahasiswa Universitas Islam selama lima tahun, menjabat sebagai Sekretaris Komite Seni, kemudian Komite Olahraga, Wakil Ketua, Ketua Dewan, dan Wakil Ketua lagi pada periode 1982-1987.

Yahya Sinwar memimpin Blok Islam—mendirikan kelompok seni “Al-A’idun”, dengan restu dari pendiri Sheikh Ahmad Yassin.

Kegiatan perjuangan dan jihad, Yahya Sinwar pernah bergabung dalam pendirian badan keamanan pertama gerakan (Keamanan Dakwah) yang dipimpin oleh Sheikh Ahmad Yassin pada tahun 1983.

Ditugaskan bersama yang lain pada tahun 1986 oleh Sheikh Ahmad Yassin untuk membentuk organisasi jihad dan dakwah (Majd), menjadi salah satu pemimpin utama organisasi tersebut.

Memimpin dan mengarahkan banyak konfrontasi rakyat dengan musuh Zionis (1982-1988).

Yahya Sinwar pernah ditangkap, tahun 1982 selama enam bulan di Penjara Al-Far’ah karena aktivitas perlawanan.

Ditangkap pada tahun 1988 dan dijatuhi hukuman empat kali seumur hidup, menghabiskan 23 tahun berturut-turut di penjara musuh, sekitar empat tahun di antaranya dalam isolasi.

Kegiatan selama di penjara, Yahya Sinwar memimpin Komite Pimpinan Tertinggi Tahanan Hamas di penjara selama beberapa periode.

Memimpin dan bersama saudara-saudara lainnya menggelar serangkaian mogok makan, beberapa di antaranya yang paling penting terjadi pada tahun 1992, 1996, 2000, dan 2004.

Menguasai bahasa Ibrani dan memiliki banyak karya tulis dan terjemahan politik dan keamanan, beberapa di antaranya yang terkenal:

  • Menerjemahkan buku “Shabak Between the Ruins”.
  • Menerjemahkan buku “Israeli Parties” pada tahun 1992.
  • Menulis buku “Hamas: Experience and Error”.
  • Menulis buku “Majd” yang menggambarkan operasi “Shabak”.
  • Menulis banyak literatur keamanan yang mendasari pengalaman keamanan Hamas.
  • Menulis novel sastra berjudul “Shawk al-Qarnif” yang menggambarkan pengalaman perjuangan Palestina setelah tahun 1967 hingga intifada.

Yahya Sinwar dibebaskan pada tahun 2011 dalam pertukaran tahanan “Wafa al-Ahrar” antara Hamas dan musuh Zionis.

Berperan penting dalam menentukan syarat dan ketentuan pertukaran tersebut, yang menyebabkan musuh Zionis mengisolasinya sebelum pertukaran selesai.

Dipilih sebagai anggota Biro Politik Hamas di Gaza dan bertanggung jawab atas file keamanan pada tahun 2012, kemudian dipilih sebagai anggota Biro Politik umum dan bertanggung jawab atas file militer pada tahun 2013.

Dimuat dalam daftar hitam teroris internasional Amerika Serikat pada bulan September 2015.

Ditugaskan oleh Hamas pada tahun 2015 untuk menangani file tahanan Zionis di Brigade Al-Qassam.

Dipilih sebagai Ketua Biro Politik Hamas di Gaza pada Februari 2017 dan untuk periode kedua pada tahun 2021.

Rumahnya dihancurkan oleh serangan pada tahun 1989, dan dua kali lagi selama agresi pada tahun 2014 dan 2021, serta keempat kali selama perang genosida di Gaza pada Desember 2023.

Pada 6 Agustus 2024, terpilih sebagai Ketua Biro Politik Hamas menggantikan Syahid pemimpin pejuang Ismail Haniyeh yang dibunuh di Teheran, Iran.

Status perkawinannya, setelah dibebaskan dari penjara Zionis dalam pertukaran tahanan “Wafa al-Ahrar” pada tahun 2011, menikah pada tahun 2012 dan dikaruniai tiga anak. Dua  laki-laki dan satu perempuan (Ibrahim, Abdullah, dan Ridha).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

9 Januari 2026 - 06:35 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Jumlah Aduan ke Kompolnas Bukan Indikator Rusaknya Kinerja Polri

7 Januari 2026 - 06:58 WIB

Populer NASIONAL