Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

GAYA HIDUP

Mulyana dan Yudi Sulistyo Lewat Karyanya Di Art Jakarta 2024, Sampaikan Pesan Imajinasi, Kolaborasi dan Karya Tidak Harus Mahal

badge-check


					Mulyana dan Yudi Sulistyo disamping karyanya pada pameran Art Jakarta 2024 ( foto : INANEWS) Perbesar

Mulyana dan Yudi Sulistyo disamping karyanya pada pameran Art Jakarta 2024 ( foto : INANEWS)

INAnews.co.id, Jakarta – Dalam pameran Art Jakarta 2024, dua seniman berbakat, Mulyana dan Yudi Sulistyo.

Dari kedua seniman ini mempersembahkan karya-karya yang mencerminkan imajinasi, keindahan alam, dan kolaborasi.

Masing-masing seniman membawa keunikan dalam pendekatan mereka, dengan karya yang terinspirasi dari laut dan permainan anak-anak.

Mulyana adalah seniman yang dikenal dengan karya-karya rajutan yang menampilkan keindahan terumbu karang laut.

Dengan menggunakan benang rajut yang merupakan sisa dari pabrik di Bandung.

“Karya ini terbuat dari sisa benang pabrik di Bandung. Saya ingin menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan memanfaatkan apa yang tersedia di sekitar kita. Kami membutuhkan ribuan gulungan benang untuk membuat instalasi ini,” ujar Mulyana

Mulyana menciptakan karya seni yang tidak hanya memikat secara visual tetapi juga berkontribusi pada kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut.

Mulyana lahir di Bandung, tahun 1984. Belajar Pendidikan Seni di UPI, Bandung, Mulyana mulai berkarya dengan media rajutan sejak 2009.

Sejak hijrah ke Yogyakarta, karya Mulyana mengalami perkembangan pesat dengan ukuran instalasi karya raksasa dan bekerja dengan berbagai komunitas rajut dengan sistem pengerjaan modular.

Dalam pameran Art Jakarta tahun ini, Mulyana membawa proyek ambisius yang melibatkan pembuatan “pulau” rajutan.

Selama enam bulan, Mulyana bekerja bersama 30 orang lainnya untuk menghasilkan dua pulau rajutan setiap bulan. Karya-karya ini menampilkan berbagai bentuk dan warna karang laut serta perahu-perahu kecil yang terbuat dari benang, mengajak pengunjung untuk menjelajahi keindahan bawah laut.

Di sisi lain, Yudi Sulistyo mempresentasikan karya kapal yang terbuat dari kertas, dengan tema Menifes. Terinspirasi oleh imajinasi liar anak-anak.

“Bagi saya, seni adalah bermain. Pembuatan kapal kertas ini terinspirasi imajinasi liar anak-anak, di mana seni tidak menjadi beban atau pekerjaan, melainkan sesuatu yang menyenangkan,” kata Yudi sulistyo

Yudi percaya bahwa seni seharusnya menjadi bentuk permainan yang menyenangkan, bukan beban kerja.

Karya kapal ini memerlukan waktu dua setengah bulan untuk diselesaikan, dan Yudi dibantu oleh empat orang dalam proses pembuatannya.

Yudi Sulistyo lahir di Yogyakarta, tahun 1972. Karya seniman yang banyak memuat elemen-elemen militer dan benda mekanis dalam karya patung realisnya yang dibuat menggunakan kertas karton.

Yudi menggunakan enam box karton untuk menciptakan kapal yang kokoh. Ia menerapkan teknik khusus dengan cat mobil untuk memberikan daya tahan ekstra, dan menggunakan lem korea untuk mempercepat proses.

“Saya ingin menunjukkan bahwa seni tidak harus mahal. Dengan bahan sederhana seperti kertas, kita bisa menciptakan sesuatu yang besar dan bermakna,” tambahnya.

Melalui karya ini, Yudi ingin menyampaikan pesan bahwa berkarya tidak harus mahal semua barang di sekitar kita dapat dimanfaatkan untuk menciptakan seni.

Dengan karyanya, Yudi menekankan pentingnya bermain dalam berkarya, menjadikan seni sebagai aktivitas yang menyenangkan.

Ia ingin menginspirasi pengunjung untuk melihat bahwa kreativitas dapat hadir dari hal-hal sederhana dan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam dunia seni.

Mulyana dan Yudi Sulistyo, dengan karya mereka yang berbeda namun saling melengkapi, menunjukkan kolaborasi yang tak terduga antara rajutan karang laut dan kapal dari kertas.

Keduanya mengajak pengunjung untuk menyaksikan kekayaan imajinasi dan keindahan alam melalui lensa seni yang unik.

Dalam acara Art Jakarta 2024 menjadi momen bagi Mulyana dan Yudi Sulistyo untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana seni dapat menghubungkan manusia dengan alam dan memupuk rasa cinta terhadap lingkungan.

Dengan sentuhan yang penuh warna dan kehangatan, kedua seniman ini membuktikan bahwa seni adalah medium yang kuat untuk menceritakan kisah dan menginspirasi perubahan positif.

 

 

Reporter : Anisa , Fitria , Kevin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Realitas Beban Ganda yang Masih Dihadapi Perempuan Indonesia

7 Januari 2026 - 08:21 WIB

Perkuat Solidaritas HIPPERPALA Indonesia Gelar Silaturahmi Camp

1 Januari 2026 - 23:09 WIB

Jangan Makan Buah Berlebihan

31 Desember 2025 - 12:20 WIB

Populer GAYA HIDUP