Menu

Mode Gelap
Rocky: Hanya Politik Mahasiswa yang Bermutu, Politisi Hanya Urusi Kepentingan Personal Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Peneliti: Mukjizat bagi Indonesia YLBHI Kecam Kesepakatan Prabowo dengan Trump Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

POLITIK

Pertemuan Jokowi dengan Prabowo Sarat Kepentingan

badge-check


					Foto: jumpa pers Silaturahmi Kebangsaan 14 Oktober 2024, Rabu (9/10/2024), di Jakarta Perbesar

Foto: jumpa pers Silaturahmi Kebangsaan 14 Oktober 2024, Rabu (9/10/2024), di Jakarta

INAnews.co.id, Jakarta– Pakar hukum tata negara berpandangan bahwa pertemuan Presidem Jokowi dengan Prabowo Subianto sarat kepentingan. Ia pun menyebut petemuan itu tidak bisa dikatakan sebagai peristiwa biasa.

“Ini peristiwa politik dalam perspektif saya. Kalau kita lihat dari tafsir politiknya, ini sarat kepentingan Jokowi. Bukan kepentingan Prabowo,” kata Refly usia konferensi pers Silaturahmi Kebangsaan 14 Oktober 2024, Rabu (9/10/2024), di Jakarta.

“Tiga bulan terakhir, kekuasaan Jokowi itu sudah sangat surut. Tidak ada lagi, mohon maaf, penghargaan terhadap Mulyono. Ketika dia hadir di pelantikan DPR/MPR, tidak ada tepuk tangan. Tepuk tangan itu untuk yang lainnya. Dan paling meriah tentu untuk presiden terpilih—di mana pun seperti itu,” ia melanjutkan.

Menurut Refly, hal tersebut tentu menggelisahkan bagi Jokowi. “Maka ada spekulasi tidak mau hadir pada pelantikan presiden dan wakil presiden. Dia mau pulang ke Solo dan lain sebagainya,” kata dia.

Apalagi kata dia ditambah adanya pihak-pihak atau kelompok yang menginginkan Jokowi usai tidak lagi menjabat sebagai presidsn.

“Semua komponen masyarakat, terutama yang kritis itu menggelorakan untuk adili Jokowi. Termasuk nanti tanggal 14 Oktober saya kira, kita akan keluarkan hal yang sama,” ungkap Refly.

“Mudah-mudahan seperti itu, selain tidak dilantiknya Gibran Rakabuming Raka. Nah ini pasti menggelisahkan Jokowi,” imbuhnya.

Pertemuan itu kata dia ingin Jokowi jadikan simbol. “Pertemuan itu ingin dia jadikan simbol bahwa dua hal: dia masih menguasai Prabowo dan ingin menunjukkan dia dengan Prabowo tidak ada apa-apa,” kata dia.

“Jadi, kalau kalian menyakiti saya, maka Prabowo yang akan melindungi saya sebagai presiden terpilih. Itu saya kira kesan yang ingin ditampilkan ke publik,” imbuhnya lagi.

Kendati demikian, menurut Refly, sangat memungkinkan ada pembicaraan serius yang dibicarakan Jokowi dan Prabowo. Hanya saja tidak up ke publik.

“Tapi tentu di dalam ruang tertutup itu pasti ada negosiasi yang dibicarakan secara serius yang tentu tidak untuk konsumsi kita. Untuk konsumsi kita kan cukup dengan bahwa dia bertemu, dan difoto,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Rocky: Hanya Politik Mahasiswa yang Bermutu, Politisi Hanya Urusi Kepentingan Personal

26 Februari 2026 - 21:29 WIB

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Populer EKONOMI