Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

LIPSUS

Poltracking Jelaskan Fakta Kebenaran Survei Pilkada Jakarta 2024

badge-check


					Poltracking Jelaskan Fakta Kebenaran Survei Pilkada Jakarta 2024 Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Poltracking perlu menjelaskan fakta-fakta kebenaran tentang asosiasi dan survei Pilkada Jakarta Oktober 2024. Pertama, Poltracking sejak awal sudah ditarget oleh oknum dewan etik. Terdapat ancaman mengadili & memecat Poltracking apabila hasilnya beda dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada pukul 10.15 dan 11.01 WIB tanggal 24 Oktober 2024. Sebelum poltracking mengeluarkan rilis resmi pada pukul 12.30 WIB tanggal 24 Oktober 2024.

Jangan ada oligarki di asosiasi. Seperti dikuasai oleh sekelompok atau bahkan satu orang. Jika perbedaan terjadi pada kelompoknya, mereka cenderung diam tidak vokal. Ada wasit merangkap sebagai pemain. Perlakuan tidak setara terhadap setiap anggota. Hal ini seharusnya tidak terjadi dalam asosiasi.

Proses pemeriksaan dewan etik bermasalah. Undangan sangat mendadak dan maju mundur, padahal telah bersepakat tanggal pengganti pada 4 November 2024. Pertemuan pertama sidang anggota Persepi tanggal 29 Oktober 2024 tidak kuorum, hanya dihadiri satu orang dewan etik dari tiga orang dewan etik dan tidak ada keputusan apapun.

Pertemuan kedua, merupakan pertemuan tanpa undangan resmi dan tidak ada keputusan apapun, Hal ini yang membuktikan bahwa keputusan dewan etik bermasalah, Jakarta, 8 November 2024,” ujar Masduri Amrawi Direktur Poltracking Indonesia”.

Poltracking berkomitmen menjaga kredibilitas. Terhadap hasil survei Pilkada Jakarta Oktober 2024. Tidak ada dan tidak pernah mengubah elektabilitas walaupun dalam skala 0,000000001% pun. Poltracking tidak pernah kompromi mengenai hasil dengan klien.

Hanta Yuda AR Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Menegaskan Poltracking takut diperiksa soal data oleh dewan etik, maka sudah memilih Keluar dari awal dari asosiasi. Tapi itu tidak pernah kami lakukan, karena Poltracking melakukan survei sesuai SOP. seluruh Data Poltracking dapat  dipertanggungjawabkan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Momentum Hari Jadi, Bakornas Fokusmaker Umumkan Struktur Kepengurusan Periode 2025-2030

24 Agustus 2025 - 20:52 WIB

Pernas ke-VIII Fokusmaker: Konsolidasi Nasional dan Pemilihan Ketua Umum

30 Juli 2025 - 11:08 WIB

Hari Habitat Dunia 2024, Kementeian PUPR: Jaga Iklim Jaga Masa Depan

8 Oktober 2024 - 16:22 WIB

Populer BUDAYA