Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian Soroti Peran UMKM

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Tangerang– Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian menyoroti peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui produksi berbagai hasil kerajinan. Produk-produk ini, lanjutnya, dapat dijual untuk menghasilkan keuntungan yang berdampak positif, khususnya bagi ibu rumah tangga.

“Paling tidak, [memang] ibu-ibu mendapatkan keuntungan hanya Rp5 ribu, Rp3 ribu, atau Rp10 ribu, tapi kalau produksinya banyak, bisa menularkannya kepada anak-anak,” ujar Tri dalam keterangan resmi, belum lama ini.

Ia menyampaikan itu saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Seni Menjahit dan Kerajinan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) bekerja sama dengan Dekranas dan Dekranasda Kota Tangerang. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Soll Marina, Kota Tangerang, Banten.

Selain berkontribusi terhadap ekonomi keluarga, Tri berharap sektor UMKM dapat menciptakan lapangan kerja informal. Di beberapa negara, kata Tri, orang yang mampu menghasilkan lapangan pekerjaan di sektor informal justru mendapatkan apresiasi dan pengakuan dari masyarakat dan negara.

“Kalau di luar negeri itu diakui, malah bangga mempunyai pekerjaan sendiri yang disebut self-employment,” jelasnya.

Tri menekankan, self-employment dapat memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga dan memperkuat peran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Karena itu, Tri mendorong Ditjen Bina Bangda untuk terus mengembangkan program-program yang mendukung kreativitas pelaku UMKM.

“Tidak hanya paket ini, tapi ada paket lagi pengembangannya, dukungan pemasarannya, kemudian juga dukungan kreativitas lainnya,” imbuhnya.

Tri menegaskan, Bimtek seni menjahit merupakan langkah strategis untuk memberdayakan pelaku usaha di sektor UMKM. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, sektor UMKM telah menyumbang 61 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia, atau setara dengan Rp9.580 triliun pada tahun 2023.

Adapun acara ini diikuti oleh 100 pelaku UMKM binaan Dekranasda Kota Tangerang. “Jadi memang harus sudah sepatutnya semua kegiatan kita ini mendukung UMKM,” ujar Tri.

Turut hadir dalam kegiatan ini Penjabat (Pj.) Gubernur Banten Al Muktabar, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Bangda Kemendagri Restuardy Daud, Pengurus Pusat Dekranas Niken Tomsi, Ketua Dekranasda Provinsi Banten Tine Al Muktabar, Ketua Dekranasda Kota Tangerang Zuraidiati, Ketua Dekranasda Kabupaten Tangerang, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah III Ditjen Bina Bangda, Ika Gatot Mangkura selaku narasumber, serta para pelaku UMKM Binaan Dekranasda Kota Tangerang.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI