Menu

Mode Gelap
Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG

KEUANGAN

Rupiah Hari Ini Ditutup Naik karena Dipengaruhi Ini

badge-check


					Foto: dok. istimewa Perbesar

Foto: dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu naik dipengaruhi oleh pernyataan dovish dari pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed terkait rencana penurunan Fed Funds Rate (FFR) di pertemuan Desember 2024.

Pada akhir perdagangan Rabu, rupiah menguat sembilan poin atau 0,05 persen menjadi Rp15.937 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.946 per dolar AS.

“Pernyataan dovish dari pejabat The Fed terkait rencana cut rate di pertemuan tengah bulan ini,” kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova, Rabu, dikutip Antara.

Rully menuturkan pemotongan suku bunga kebijakan bank sentral AS Fed Funds Rate diperkirakan 25 basis poin menjadi 4,25 persen.

Dari domestik, capital outflow yang besar di pasar keuangan masih terjadi sehingga menjadi faktor pemberat bagi rupiah menguat.

“Penyebab capital outflow karena spread bunga sudah tidak menarik lagi bagi investor asing dan tren peningkatan risiko fiskal,” ujarnya.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu melemah ke level Rp15.957 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.950 per dolar AS.

*Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal

12 Januari 2026 - 14:38 WIB

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Populer EKONOMI