Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Dana Hasil Nyolong yang Diambil Negara Bisa Jadi Alternatif Pemenuhan MBG

badge-check


					Foto: Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Cholil Nafis, dok. NU Online Perbesar

Foto: Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Cholil Nafis, dok. NU Online

INAnews.co.id, Jakarta– Dana hasil nyolong yang diambil negara bisa jadi alternatif pemenuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) disampaikan KH Cholil Nafis, pendakwah sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI Pusat), Jumat (17/1/2025).

“Yg gini2 [emoticon jari menunjuk ke bawah] bisa jadi alrernatif pemenuhan MBG. ‘pencucian uang’ yg benar. Dana hasil nyolong, lalu diambil negara utk rakyat,” kata KH Cholil Nafis, di akun X-nya.

“Biarkanzakat yg dana ‘tuhan’ berbasis keimanan utk dibagi sesuai peruntukan dan tujuan syariahnya,” imbuhnya.

Cholil menyampaikan itu saat merespons pemberitaan yang menyebutkan bahwa Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) bingung saat menemukan uang tunai senilai Rp21 miliar di mobil milik istri mantan Ketua PN Surabaya Rudi Suparmono.


Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Abdul Qohar menyebut momen itu terjadi saat penyidik ditugaskan menggeledah rumah milik Rudi Suparmono yang berada di Jakarta Pusat dan Palembang.

Dalam penggeledahan itu, kata Qohar, penyidik menemukan uang tunai senilai Rp21 miliar dalam mobil Toyota Fortuner yang ada di rumah Rudi. Ia menyebut setelah diperiksa diketahui mobil itu terdaftar atas nama Nelsi Susanti yang merupakan istri Rudi.

“Uang tunai dari pecahan dolar AS, dolar Singapura, dan Rupiah dlam mobil Toyota Fortuner Plat Nomor B 1611 RSP atas nama Nelsi Susanti,” ujarnya kepada wartawan dikutip Jumat (17/1/2025).

“Kami penyidik bingung juga menemukan uang sebanyak itu. Sekarang dan pemeriksaan selanjutnya akan kami dalami uangnya ini dari mana,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK