INAnews.co.id, Jakarta– Jangan menurunkan lagi ongkos haji diusulkan Ketua MUI Pusat, KH Cholil Nafis ke Presiden Prabowo Subianto. Cholil singgung bahwa ibadah haji itu adalah bagi yang mampu.
“Krn haji itu utk yg mampu mk berikan sesuai harga sebenarnya. Yaitu harga BPIH, Rp89.410.258,79 dan hapus harga BIPIH, Rp55.431.750,78 asal setiap tahun secara adil hasilnya dibagi sesuai akad ke calon jemaah haji,” terang Cholil di akun X-nya, Rabu (22/1/2025).
Ongkosnya haji itu berdasarkan standar, kata Cholil. “Jadi Ongkos haji itu ikuti saja harga penyelenggaraan, BPIH tidak perlu diratakan semua dg bayar BIPIH. Krn nilai pengembangan atau bagi hasilnya sdh diterima setian tahunnya,” katanya.
Walau ongkos haji tahun ini turun dibanding tahun lalu, Cholil berharap pelayanan haji tetap prima karema pandainya penyelenggara bernegoisasi dan berkoordisi dengan penyedia layanannya.
“Haji itu pelaksanaannya ibadah, penyelenggaraanya itu pelayanan, dan penyedia layanannya adalah bisnis,” imbuhnya.
Tahun lalu jemaah mesti membayar 56 jutaan. Kini, tahun 2025, jemaah bayar 55 jutaan.
Disampaikan Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, bahwa penurunan biaya haji untuk jemaah sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.






