Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

GLOBAL

Respons Persis soal Gencatan Senjata antara ‘Israel’ dan Palestina

badge-check


					Foto: KH Jeje Zaenudin (Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam/MUI SBPI), dok. ist Perbesar

Foto: KH Jeje Zaenudin (Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam/MUI SBPI), dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Beberapa hari ini dunia menyaksikan kembali peristiwa penting dalam sejarah konflik Hamas dengan Israel. Israel akhirnya tunduk untuk menandatangani naskah gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, Amerika Serikat, dan PBB.

Ketua Umum (Ketum) PP Persis, KH Jeje Zaenudin berpandangan, kesediaan Pemerintah Israel untuk menandatangani gencatan senjata hanyalah isyarat kecil bahwa Israel dan negara penyokongnya terutama Amerika Serikat sedang dalam situasi ancaman kehancuran dan kebangkrutan di depan mata.

“Kita berkeyakinan bahwa kemenangan perjuangan bangsa Palestina bukan terletak di tangan Israel. Kemerdekaan Palestina tidak akan diperoleh dari pemberian dan hadiah dari Israel,” kata Kyai Jeje dalam keterangannya dari Makkah, Kamis (16/1/2025).

“Kemenangan Palestina hanya akan diperoleh dari karunia Allah sebagai buah perjuangan panjang yang penuh dengan berbagai pengorbanan, harta, dan jiwa yang tidak terhingga,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kyai Jeje berharap situasi kebangkrutan Israel dan Amerika Serikat ini segera menjadi kenyataan. Dengan kebangkrutan mereka secara moral dan material, secara spiritual dan material, akan mempermudah perjuangan bangsa Palestina mereliasasikan janji Allah untuk meraih kemenangan yang kafah, yaitu kemerdekaan yang kafah dari kebiadaban penjajahan Israel yang disokong Amerika Serikat.

Kyai Jeje menerangkan, Al-Qur’an telah mengingatkan bahwa karakter kaum Zionis Yahudi dalam memerangi kaum muslimin selalu dari belakang benteng dan bertameng kekuatan bangsa lain yang mendukungnya. Ini sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hasyr ayat 14:

لَا یُقَـٰتِلُونَكُمۡ جَمِیعًا إِلَّا فِی قُرࣰى مُّحَصَّنَةٍ أَوۡ مِن وَرَاۤءِ جُدُرِۭۚ بَأۡسُهُم بَیۡنَهُمۡ شَدِیدࣱۚ تَحۡسَبُهُمۡ جَمِیعࣰا وَقُلُوبُهُمۡ شَتَّىٰۚ ذَ ٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَوۡمࣱ لَّا یَعۡقِلُونَ

Artinya: Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.

“Maka kehancuran Zionis Yahudi akan diawali dengan kehancuran negera-negara proxy yang menjadi benteng dan pembelanya, terutama Amerika Serikat. Sebagaimana kita tahu bahwa Amerika sedang mengalami kebangkrutan dengan kehancuran akibat kebakaran hebat yang melanda LA, yang tidak pernah terjadi dalam sejarah manusia,” ujarnya.

“Jika Allah telah menghendaki menggenapkan janjinya bagi bangsa Palestina, maka kemunduran Amerika akan berakibat pula bagi kebangkrutan Israel, artinya kemenangan bangsa Palestina tinggal menunggu waktu saja,” tuturnya menutup dengan surat As-Shaff ayat 13:

وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

9 Januari 2026 - 06:35 WIB

Situasi Venezuela Memanas, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman dan Serukan De-eskalasi

4 Januari 2026 - 11:08 WIB

AS Serang Venezuela: Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

4 Januari 2026 - 10:07 WIB

Populer GLOBAL