INAnews.co.id, Jakarta – Temu Perempuan Minimalis 2025 sukses digelar pada Minggu, 26 Januari 2025, di MULA by Galeria, Cilandak Town Square.
Acara ini diselenggarakan oleh komunitas Minimalist Moms Indonesia (MMID) sebagai puncak perayaan hari jadi mereka yang ke-4, setelah didirikan pada 21 Januari 2021.
Sebagai bagian dari selebrasi, MMID sebelumnya menyelenggarakan webinar “Digital Minimalism for Women” dan tantangan #PedePakaiPreloved, yang mengajak perempuan untuk menerapkan gaya hidup minimalis sejak awal tahun.
Acara puncak Temu Perempuan Minimalis 2025 mengusung tema #MinimalismForHappier, bertujuan menunjukkan bahwa hidup minimalis tidak hanya berfokus pada pengurangan barang, tetapi juga pada pencapaian kebahagiaan dari hal-hal sederhana namun bermakna.

Salah satu sorotan utama acara adalah talkshow bertajuk “Minimalism for Happier Me with Sustainable Living at Home & Conscious Fashion”.
Dalam talkshow ini, pembicara seperti Dewi Indriyani (@ecocreators dan @pijakbumi Learning), Tiara Laraswati (Program Coordinator @TukarBaju_ by Zero Waste Indonesia), dan Dessy Rosalina (Climate Change Communication Researcher Monash University & co-founder @Mediahijau.com) berbagi wawasan tentang bagaimana minimalisme dan keberlanjutan bisa menciptakan kebahagiaan, baik dalam pengelolaan rumah tangga maupun pilihan fashion yang lebih sadar dan ramah lingkungan.
Acara yang dipandu oleh Sarah Nurul, seorang content creator dan influencer yang berhasil menciptakan suasana yang hangat dan penuh inspirasi sepanjang acara.

Di tengah talkshow, dilakukan juga peluncuran buku “My Minimalist Life Journey: Cerita Para Perempuan Hidup Minimalis, Berkesadaran dan Ramah Lingkungan” karya Evi Syahida (Visya), inisiator MMID.
Buku ini berisi cerita inspiratif dari 24 anggota MMID mengenai perjalanan hidup mereka dalam mengadopsi gaya hidup minimalis yang lebih sadar dan ramah lingkungan. Buku ini direncanakan terbit pada Maret 2025.
“Kami berharap buku ini bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi perempuan untuk mulai hidup minimalis, berkesadaran, dan lebih peduli pada lingkungan,” kata Visya dalam peluncuran buku tersebut.
Di akhir acara, dua pemenang #PedePakaiPreloved Challenge diumumkan. Para peserta tantangan ini berbagi cerita mengenai pengalaman mereka membeli barang bekas dan percaya diri memakainya, sejalan dengan kampanye #PedePakaiPreloved.
“Acara ini memberi perspektif baru tentang bagaimana hidup sederhana bisa membawa lebih banyak kebahagiaan. Saya jadi lebih termotivasi untuk mulai mengaplikasikan minimalisme dalam hidup saya,” ungkap salah satu peserta dengan penuh semangat.
Dengan lebih dari 120 peserta yang antusias, Temu Perempuan Minimalis 2025 berhasil menyebarkan pesan penting tentang gaya hidup minimalis yang lebih bermakna.
Diharapkan, acara ini akan terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak perempuan untuk menjalani hidup yang lebih sadar dan penuh kebahagiaan.
Penulis : Naila Tunnada






