INAnews.co.id, Jakarta– Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dibentuk bukan kelola investasi saja. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto kala meresmikannya, Senin, di Istana Merdeka.
“Danantara bukan hanya sekedar badan pengelola investasi tapi juga akan menjadi instrumen pembangunan nasional yang menyelesaikan berbagai tantangan yang selama ini dihadapi Indonesia. Itulah sebabnya peluncuran Danantara Indonesia hari ini memiliki arti yang sangat penting, karena Danantara bukan sekadar badan pengelolaan investasi, melainkan harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang akan mengoptimalkan kekayaan Indonesia,” ujarnya.
Dalam peluncuran BPI Danantara ini, hadir sejumlah tokoh mulai dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo, Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin
Ada juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani yang dikabarkan akan menjadi Kepala BPI Danantara menggantikan Muliaman Hadad juga tampak hadir.
Selain itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hingga Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan tampak berada di lokasi peluncuran.






