INAnews.co.id, Jakarta– Kementerian PU mendukung pengembangan industri konstruksi Indonesia berbasis teknologi, khususnya melalui penerapan Building Information Modelling (BIM) untuk mewujudkan penyelenggaraan konstruksi yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Wamen PU Diana Kusumastuti dalam seminar Beyond BIM: The Future of Digital Construction di Jakarta, Rabu (19/2). Tertulis di akun X Kementerian PU.
BIM bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi, mitigasi risiko, mempermudah proses monitoring dan evaluasi di setiap tahapan pembangunan, membuat proses desain dan konstruksi lebih ramping dan transparan, menghindari kesalahan mulai perencanaan hingga pelaksanaan, dan mempercepat waktu pelaksanaan pembangunan.
Hingga tahun 2024, Kementerian PU telah menerapkan BIM pada lebih dari 28 proyek seperti pasar, fasilitas olahraga, dan fasilitas pendidikan. Penggunaan BIM juga diwajibkan pada proyek-proyek di IKN.
Untuk mendukung penerapan BIM, Kementerian PU melakukan berbagai upaya seperti mencantumkan persyaratan personil BIM dalam dokumen tender, dan menerapkan e-katalog untuk optimalisasi mutu, biaya, dan waktu proyek, serta penguatan SDM dan pengembangan sarana BIM.*






