Menu

Mode Gelap
Program MBG Capai 58 Juta Penerima Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam

METRO

“Ngopi Senja: Kebudayaan Jakarta”: Dari Kampung ke Ibukota – Menelusuri Akar, Merajut Masa Depan 

badge-check


					“Ngopi Senja: Kebudayaan Jakarta”: Dari Kampung ke Ibukota – Menelusuri Akar, Merajut Masa Depan  Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta  – Perkumpulan GERAK yang dimotori oleh Ketua Umum Dhini Mudiani kembali menggelar diskusi publik “Ngopi Senja” (Ngobrol Pintar Seputar Jakarta) dengan tema “Kebudayaan Jakarta: Dari Kampung ke Ibukota – Menelusuri Akar, Merajut Masa Depan” pada 22 Februari 2025 di Perpustakaan HB Jassin, Taman Ismail Marzuki.

Acara ini menghadirkan para narasumber terkemuka di bidang kebudayaan, yaitu Hilmar Farid, Raden Gusti Arif Yulifard, dan Atika Nur Rahmania, serta dipandu oleh Robi Maulana sebagai moderator.

Dalam diskusi ini, ketiga narasumber membahas perjalanan 500 tahun Jakarta dengan beragam perspektif, mulai dari akar budaya kampung kota hingga arah masa depan Jakarta sebagai kota global yang tetap mempertahankan identitas budayanya.

Hilmar Farid menyoroti konsep “Kampung Kota sebagai Ciri Khas Jakarta”. Ia menjelaskan bahwa Jakarta memiliki karakter unik sebagai kota metropolitan yang tetap mempertahankan struktur kampung sebagai bagian dari identitas sosial dan budaya masyarakatnya. Ia menekankan pentingnya menjaga keberagaman ruang hidup agar Jakarta tetap inklusif dan berakar pada sejarahnya.

Sementara itu, Atika Nur Rahmania membahas “Jakarta Kota Global”, menyampaikan bahwa globalisasi Jakarta bukan hanya tercermin dari infrastrukturnya, tetapi juga dari warganya. Ia menekankan perlunya pembangunan infrastruktur budaya, sehingga Jakarta tidak hanya tumbuh sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan.

Dari perspektif legislatif, Raden Gusti Arif Yulifard, sebagai anggota Komisi E DPRD Jakarta, menguraikan perannya dalam mengawasi implementasi peraturan daerah terkait kebudayaan. Ia juga menekankan pentingnya menyisipkan nilai-nilai budaya Jakarta dalam sistem pendidikan agar generasi muda dapat memahami dan melestarikan identitas budaya mereka. Ia kemudian menyampaikan bahwa pelibatan insan budaya serta gerakan anak muda secara masif adalah kunci dalam menonjolkan kekayaan budaya Jakarta di tingkat nasional maupun global.

Diskusi “Ngopi Senja” kali ini menegaskan bahwa kebudayaan Jakarta bukan hanya sekadar warisan masa lalu, tetapi juga harus menjadi fondasi utama dalam membangun kota yang lebih maju. GERAK berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang mendukung pengembangan kebudayaan sebagai bagian dari visi membangun Jakarta yang lebih berkarakter, inklusif, dan berdaya saing global. GERAK akan terus menghadirkan forum-forum diskusi inspiratif seperti ini, guna membuka ruang dialog bagi masyarakat dalam merumuskan masa depan Jakarta yang tetap berpijak pada akar budayanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Realitas Beban Ganda yang Masih Dihadapi Perempuan Indonesia

7 Januari 2026 - 08:21 WIB

Perkuat Solidaritas HIPPERPALA Indonesia Gelar Silaturahmi Camp

1 Januari 2026 - 23:09 WIB

Jangan Makan Buah Berlebihan

31 Desember 2025 - 12:20 WIB

Populer GAYA HIDUP