Menu

Mode Gelap
Rocky: Hanya Politik Mahasiswa yang Bermutu, Politisi Hanya Urusi Kepentingan Personal Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Peneliti: Mukjizat bagi Indonesia YLBHI Kecam Kesepakatan Prabowo dengan Trump Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

SOSIAL

Aksi Solidaritas Palestina di Bandung Tolak Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta Aksi solidaritas Palestina ditutup di depan Gedung Merdeka. Lokasi ini sengaja dipilih lantaran bersejarah jadi lokasi Konferensi Asia-Afrika, menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme. Puluhan ribu warga tumpah ruah membawa semangat yang sama: membela hak rakyat Palestina mempertahankan tanah air mereka sendiri.

Dengan latar Gedung Merdeka, aksi ini menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada 9 April 2025 terkait rencana pemindahan 1000 warga Gaza ke Indonesia. Aksi Solidaritas & Doa untuk Palestina menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

Pertama, mereka menolak evakuasi warga Gaza ke Indonesia. Walaupun dibungkus atas nama kemanusiaan, evakuasi tersebut dinilai berpotensi mendukung gagasan “voluntary migration” Netanyahu, yang pada kenyataannya adalah “forced migration” di bawah tekanan serangan brutal. Mereka menegaskan bahwa warga Gaza berhak tetap tinggal di tanah air mereka, dengan hak penuh atas hidup, pendidikan, dan kesehatan.

Kedua, mereka mendorong dibukanya perbatasan Rafah, bukan untuk evakuasi manusia, melainkan untuk memaksimalkan masuknya bantuan kesehatan, shelter darurat, dan material bangunan demi mendukung kelangsungan hidup warga Gaza di tempat mereka sendiri.

Ketiga, mengapresiasi usaha diplomasi pemerintah Indonesia yang mendesak penghentian genosida serta membawa kasus ini ke Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Keempat, mereka menekankan bahwa solusi kemanusiaan di Gaza harus bersifat permanen, bukan sekadar solusi darurat. Penghentian total blokade, rekonstruksi Gaza yang dipimpin langsung oleh rakyat Palestina, serta penolakan terhadap normalisasi pendudukan di balik proyek “rekonstruksi tanpa pembebasan” menjadi garis perjuangan mereka.

Kelima, menegaskan bahwa kemerdekaan penuh bagi Palestina adalah satu-satunya solusi adil dan bermartabat, sejalan dengan semangat anti-penjajahan yang diamanatkan dalam Konstitusi Indonesia.

Momentum aksi ini juga dibarengi dengan pembacaan puisi dan teatrikal berbeda di setiap stop point Gedung Sate dan BIP yang menggambarkan krisis kemanusiaan di Palestina. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebelum massa membubarkan diri.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Perkuat Silaturahmi, Kedubes UEA Serahkan Simbol Tradisi dan Persahabatan di Masjid Al-Amin Kemenkeu

23 Februari 2026 - 21:09 WIB

Menjaga Lingkungan Danau Toba di Samosir dari Limbah

22 Februari 2026 - 21:09 WIB

Lingkungan Hidup di Kaimana: Harmoni Alam yang Perlu Dijaga Bersama

20 Februari 2026 - 14:18 WIB

Populer DAERAH