Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

KEUANGAN

Gubernur DKI Jakarta Copot Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono, Proses Hukum Berlanjut di Bareskrim Polri

badge-check


					Gubernur DKI Jakarta Copot Direktur IT Bank DKI Amirul Wicaksono, Proses Hukum Berlanjut di Bareskrim Polri Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, resmi mencopot Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono, dari jabatannya.
“Pembebastugasan Direktur IT harus dilakukan segera, dan dilakukan sekarang juga,” tegas Pramono pada Selasa, 8 April 2025, seperti disampaikan melalui akun Instagram resminya, @pramonoanungw.

Langkah tegas ini diambil menyusul keluhan dari masyarakat terkait gangguan layanan aplikasi JakOne Mobile milik Bank DKI, yang dilaporkan tidak dapat diakses selama berhari-hari.

Keluhan mencuat di media sosial sejak akhir Maret, termasuk dari pengguna platform X (dulu Twitter).

Tak hanya memberhentikan pejabat terkait, Pramono juga memerintahkan agar kasus ini diproses secara hukum.

Ia menginstruksikan pelaporan resmi ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, dengan dugaan adanya keterlibatan pihak internal dalam gangguan tersebut.

“Ini sudah keterlaluan. Tidak mungkin tidak melibatkan orang dalam,” ujarnya tegas.

Pramono juga menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi siapapun yang mencoba mengintervensi proses hukum ini, termasuk dari lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Siapapun yang ikut campur, saya akan ambil tindakan. Ini semua demi membangun kembali kepercayaan publik terhadap Bank DKI,” tambahnya.

Meski begitu, Gubernur Pramono menjamin keamanan dana nasabah Bank DKI.

Bersama Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, ia mengaku telah mempelajari secara menyeluruh permasalahan yang terjadi.

“Kami memberikan jaminan penuh kepada seluruh nasabah Bank DKI. Dana nasabah tetap aman, baik di cabang manapun,” ujar Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim, menyebut gangguan layanan disebabkan oleh aktivasi otomatis sistem keamanan internal sejak 29 Maret 2025.

Aktivasi ini berdampak pada terganggunya layanan transfer antarbank dan pembayaran melalui QRIS di aplikasi JakOne Mobile.

“Langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian dalam menjaga keamanan dana nasabah. ATM tetap berfungsi normal, gangguan hanya terjadi pada layanan tertentu,” jelas Chico dalam keterangan tertulis, Senin, 7 April 2025.

Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, menambahkan bahwa sistem keamanan secara otomatis mengaktifkan mode pemeliharaan sebagai respons terhadap indikasi gangguan.

Menurutnya, ini merupakan bagian dari mekanisme kontrol internal Bank DKI.

“Saat ini, layanan melalui 750 unit ATM kami sudah beroperasi normal di berbagai titik, termasuk kantor kelurahan, kecamatan, stasiun, pusat perbelanjaan, hingga terminal,” kata Agus.

Ia memastikan bahwa pemulihan sistem layanan lainnya masih terus berjalan dan akan dibuka secara bertahap setelah melalui proses uji keamanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Haidar Ungkap Lima Pasal Krusial Dalam Perjanjian Dagang Indonesia dan Amerika Serikat

25 Februari 2026 - 03:55 WIB

Komentar Pengamat soal Alfamart dan Indomaret Harus Tutup karena Bisa Rugikan Kopdes

24 Februari 2026 - 19:17 WIB

Populer EKONOMI