Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

GAYA HIDUP

Satu RW di Kota Malang Bebas TBC, Berkat Ini

badge-check


					Foto: dok. Antara Perbesar

Foto: dok. Antara

INAnews.co.id, Malang  Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan keberhasilan salah satu rukun warga (RW) di Kota Malang yang dinyatakan bebas dari tuberkulosis (TBC). Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Malang, Jawa Timur, belum lama ini.

Dalam kunjungannya ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Sukun dan Puskesmas Janti, Prof. Dante meninjau langsung pelaksanaan berbagai program kesehatan, termasuk strategi penemuan kasus aktif (active case finding) TBC yang menjadi salah satu fokus utama.

“Di Pustu Sukun, saya melihat strategi active case finding berjalan dengan baik. Strategi ini sangat penting untuk mendeteksi kasus TBC yang tidak bergejala, khususnya pada mereka yang tinggal serumah dengan pasien TBC,” ujar Prof. Dante dikutip laman Kemenkes.

Ia menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif percepatan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menurunkan angka TBC secara nasional. Kunci keberhasilan program ini adalah pemeriksaan dini terhadap kontak erat pasien agar pengobatan dapat segera dilakukan jika ditemukan positif.

Salah satu capaian yang menggembirakan terlihat di salah satu RW di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, yang saat ini dinyatakan bebas TBC. Wilayah ini sebelumnya mencatat 14 kasus TBC pada tahun 2023. Berkat intervensi aktif dan penanganan yang tepat, seluruh kasus berhasil disembuhkan dalam kurun dua tahun.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa jika pendekatan kepada masyarakat dilakukan secara maksimal, bukan tidak mungkin kita bisa mengeliminasi TBC dari wilayah-wilayah di Indonesia,” tegasnya.

Selain meninjau program TBC, Prof. Dante juga berdialog dengan masyarakat dan tenaga kesehatan setempat untuk menyerap aspirasi serta mensosialisasikan rencana pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.

Koperasi ini akan memiliki unit fungsional di bidang kesehatan, termasuk apotek dan klinik desa, guna memperluas akses layanan kesehatan secara langsung di tingkat pedesaan.

“Target kami adalah membangun Koperasi Desa Merah Putih di lebih dari 80 ribu desa di Indonesia. Dengan pendekatan ini, layanan kesehatan akan lebih dekat, mudah dijangkau, dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambah Prof. Dante.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Menjaga Lingkungan Danau Toba di Samosir dari Limbah

22 Februari 2026 - 21:09 WIB

Lingkungan Hidup di Kaimana: Harmoni Alam yang Perlu Dijaga Bersama

20 Februari 2026 - 14:18 WIB

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,85 Persen tapi Kesenjangan Antardaerah Menganga

17 Februari 2026 - 20:18 WIB

Populer DAERAH