Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

NASIONAL

Tolak Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia

badge-check


					Foto: Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Cholil Nafis, dok. NU Online Perbesar

Foto: Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Cholil Nafis, dok. NU Online

INAnews.co.id, Jakarta– Ketua MUI Pusat, KH Cholil Nafis tidak setuju dengan wacana atau rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengevakuasi warga Gaza ke Indonesia. Sebab menurut Cholil, masalahnya itu bukan pada warga Gaza tetapi ada pada “Israel” yang menyerang dan tidak patuh perjanjian.

“Maka Srael yg dihentikan menyerangnya,” kata Cholil, di akun X-nya, kemarin.

Kemudian Cholil menyinggung jaminan ketika dievakuasi bisa kembali lagi ke Gaza. Tanah mereka.

“Apa ada jaminan mereka warga Gaza yg keluar bisa baliklagi? Bukankah mereka sengaja dikeluarkan utk memasukan Srael ke Palestina,” kata Cholil.

“Lah itu. Mereka yg ada di sekitar Palestina kan banyak yg tak bisa kembali,” imbuhnya.

Menurutnya, yang mesti diupayakan itu adalah perdamaiannya—sedangkan korbannya dibantu untuk pengobatannya.

“Klo itu yg akan dievakuasi anak2 dan orang tua bukankah diobati di tempat terdekat itu lebih baik. Sebagai muslim dan manusia tentu kita simoati dan empati kpd warga Palestina tapi caranya bukan mereka dijauhkan dan dikeluarkan dari negerinya,” kata Cholil.

“Mengeluarkan mereka dari negerinya apalagi ke tempat yg jauh dengan dalih apapun malah akan memuluskan invasi Srael ke Gaza. Terbukti Tanah Palestina makin hari terus mengecil karena dijajah dan diramoas oleh Srael,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Populer POLITIK