Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

NASIONAL

Andi Arief Yakin Prabowo Maafkan Mahasiswa ITB yang Menghinanya

badge-check


					Foto: dok. jpnn Perbesar

Foto: dok. jpnn

INAnews.co.id, Jakarta– Politisi Partai Demokrat, Andi Arief, melalui cuitan di akun media sosialnya pada Sabtu (10/5/2025), meminta Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memaafkan seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diduga melakukan penghinaan terhadapnya.

Andi Arief menyatakan bahwa Prabowo yang ia kenal tidak akan mempermasalahkan penghinaan tersebut. Ia mencontohkan, Prabowo pernah digambarkan dalam meme seperti Adolf Hitler, namun tidak melaporkan hal tersebut ke polisi.

“Pak Prabowo yang saya kenal, gak akan ambil pusing soal penghinaan, pernah digambarkan seperti hitler juga tidak melaporkan ke polisi atau polisi juga tidak menangkap pembuat meme. Saya yakin Pak Prabowo akan turun tangan memaafkan. Enam bulan lebih periode ini kebebasan dinamis,” tulis Andi Arief.

Andi Arief berpendapat bahwa mahasiswa ITB tersebut masih bisa dididik dan penjara bukanlah tempat yang tepat untuk mendidiknya.

“Anak muda ITB itu sebaiknya dimaafkan. Masih bisa dididik. Penjara bukan tempat mendidik yang tepat,” tambahnya.

Cuitan Andi Arief ini muncul di tengah ramainya pemberitaan terkait kasus penghinaan yang diduga dilakukan oleh seorang mahasiswi ITB terhadap Prabowo Subianto dengan membuat meme “ciuman” dengan Jokowi. Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi dari berbagai pihak.

Terbaru, mahasiswi ITB tersebut mendapatkan jaminan dari politisi Gerindra, Habiburokman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL