Menu

Mode Gelap
Kapolri Pilih Mundur dan Jadi Petani daripada Polri di Bawah Menteri Tiga Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia ALTARA Sepatu Trail Running Siap Menjangkau Kebutuhan Pelari Trail Dan Pegiat Luar Ruangan Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi Istana Tanggapi Mens Rea: Nikmati sebagai Stand Up Comedy Pererat Sinergi, LSM Garda Timur Indonesia Jalin Silaturahmi dengan Kodaeral VIII Manado Melalui Letkol Rudy

SOSIAL

Anas Urbaningrum Desak Pemerintah Naikkan Garis Kemiskinan Jadi Rp1 Juta/Bulan

badge-check


					Foto: dok. liputan6 Perbesar

Foto: dok. liputan6

INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, mendorong pemerintah untuk segera memperbarui angka garis kemiskinan nasional. Melalui cuitannya pada Jumat (13/6/2025), Anas menilai batas garis kemiskinan yang berlaku saat ini, yakni Rp595.242 per bulan, sudah tidak relevan dan tidak mewakili realitas masyarakat Indonesia.

Anas menilai, angka tersebut sudah usang dan tidak realistis untuk membedakan antara masyarakat miskin dan tidak miskin. Ia mencontohkan, dengan penghasilan Rp600 ribu per bulan, seseorang sudah tidak tergolong miskin menurut pemerintah, padahal kenyataannya angka itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Sebagai solusi, Anas mengusulkan agar pemerintah menaikkan garis kemiskinan menjadi minimal Rp999 ribu atau setara Rp1 juta per kapita per bulan. Ia menyebut, standar ini memang masih di bawah ukuran Bank Dunia, namun sudah lebih layak untuk Indonesia yang kini berstatus negara berpenghasilan menengah.

Anas mengakui, kenaikan garis kemiskinan akan membuat angka statistik kemiskinan melonjak tajam di atas kertas. Namun, ia menegaskan, hal itu tidak berarti rakyat semakin miskin, melainkan data yang dihasilkan menjadi lebih jujur dan realistis. Menurutnya, statistik yang lebih akurat justru dapat memacu kerja keras pemerintah dan seluruh pihak untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

Ia menambahkan, pemerintah seharusnya tidak takut dengan kenaikan angka kemiskinan dalam statistik, melainkan harus lebih khawatir terhadap realitas kemiskinan yang masih menjadi tantangan utama pembangunan nasional.

Anas menilai, sudah saatnya pemerintah “memakzulkan” angka garis kemiskinan lama dan menggantinya dengan perhitungan yang lebih tepat dan relevan dengan kondisi saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kapolri Pilih Mundur dan Jadi Petani daripada Polri di Bawah Menteri

27 Januari 2026 - 09:15 WIB

Pilkada Lewat DPRD Lebih Murah dan Kurangi Risiko Korupsi

26 Januari 2026 - 18:43 WIB

Strategi Prabowo Biayai Program Besar: Dari Hilirisasi-Sita Kebun Sawit Ilegal

26 Januari 2026 - 16:43 WIB

Populer NASIONAL