INAnews.co.id, Jakarta – Dunia literasi Indonesia kembali dimeriahkan dengan sebuah kegiatan istimewa.
Komunitas Forum Buku Berjalan (FBB) Indonesia mengadakan rangkaian Festival Buku Berjalan 2025 dalam rangka Hari Jadi ke-5 di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu 25 Mei 2025.
Festival ini hadir dengan berbagai agenda menarik, dari sesi temu buku bersama Alya Putri, seorang bookstagrammer, yang membagikan pengalamannya bertumbuh bersama buku sejak mengawali membuat akun boostagram @bacaanalya hingga akhirnya menerbitkan buku solonya: Cheers! dan Hal hal yang Belum Kita Terima.
Kegiatan makin semarak saat lokakarya penulisan kreatif bersama Fani Mahandri, penulis novel Jiva yang membekali para peserta dengan keterampilan baru untuk menghasilkan karya tulis berkualitas; serta aktivitas tukar buku yang menjadi ajang silaturahmi pencinta literasi.
Nampak para peserta begitu antusias menyimak dengan saksama setiap sesi pematerian. Tidak jarang, canda tawa mewarnai sehingga menambah keseruan dan keakraban suasana.
“Senang sekali bisa ikut kegiatan seperti ini. Saya bisa mendapatkan banyak insight menarik terutama dari Kak Alya,” ujar Dila, salah seorang peserta dari Jakarta Selatan.
Hal senada juga disampaikan Lintang, yang rela jauh-jauh dari Bogor untuk menghadiri Festival Buku Berjalan 2025. Dia mengaku memperoleh trik-trik jitu menuangkan ide ke dalam tulisan.
“Saya baru pertama ikut kelas ini, bagus sekali. Saya mendapatkan teknik-teknik penulisan untuk membuat buku. Semoga bisa saya terapkan dan semoga tahun depan diselenggarakan lagi,” ungkap Lintang.
Pada kesempatan yang sama, Evi Syahida, ketua panitia sekaligus inisiator FBB Indonesia mengungkapkan rasa bahagianya kegiatan Festival Buku Berjalan 2025 sukses terselenggara.
Dia meyakini acara tahunan tersebut dapat berkelanjutan untuk menumbuhkan kembali minat baca terutama di era digital yang penuh distraksi.
“Festival Buku Berjalan ini hadir selain mensyukuri perjalanan lima tahun komunitas FBB Indonesia juga merayakan keajaiban dari sebuah aktivitas membaca. Melalui para narasumber yang kami hadirkan, peserta bisa mendapatkan banyak inspirasi, terutama membiasakan budaya literasi. Senang sekali rasanya melihat semangat para peserta yang hadir,” kata Visya, sapaan akrabnya.
Dia mengaku memiliki harapan agar kegiatan Festival Buku Berjalan pada tahun-tahun mendatang makin semarak dan diikuti lebih banyak peserta.
“Terima kasih atas kehangatan dan keceriaan teman-teman peserta. Secara khusus, saya juga menyampaikan apresiasi kepada para pembicara telah berkenan berbagi pengalaman dan inspirasi yang sangat berharga. Sampai bertemu kembali tahun depan,” tutup Visya.






