INAnews.co.id, Jakarta– Ketua MUI Pusat, KH Cholil Nafis, menyerukan agar masyarakat tidak salah fokus dalam menyikapi perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya serangan Iran terhadap Israel. Dalam cuitan di akun X pribadinya pada Ahad (22/6), KH Cholil Nafis mengingatkan, meski banyak pihak gembira melihat serangan Iran yang membakar Israel, perhatian utama tetap harus diberikan pada penderitaan warga Gaza yang terus menjadi korban tembakan dan kelaparan.
“Jangan salah fokus ya, meski gembira dengan serangan Iran yang membakar Israel, tapi ingat banyak warga Gaza yang mati ditembakin dan yang kelaparan. Mari fokus juga kepada kemerdekaan Palestina dan pembebasan Gaza dari Genosida. Dukung pembelaan diri Iran dan kemerdekaan Palestina,” tulis Cholil Nafis.
Seruan ini sejalan dengan situasi di Gaza yang hingga kini masih mengalami krisis kemanusiaan akut. Berdasarkan laporan terbaru dikutip beberapa sumber, serangan Israel ke Gaza terus berlanjut di tengah perang dengan Iran, menewaskan puluhan warga Palestina dan membuat ribuan lainnya kelaparan akibat blokade yang sudah berlangsung lebih dari 15 minggu.
Banyak warga sipil tewas saat berusaha mendapatkan bantuan makanan, sementara fasilitas kesehatan di Gaza juga nyaris lumpuh akibat serangan berulang dan terbatasnya pasokan medis.
Di tengah eskalasi konflik Israel-Iran yang kian membara, dukungan terhadap pembelaan diri Iran dan perjuangan kemerdekaan Palestina juga menjadi sorotan dunia internasional. Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam KTT di New York, menegaskan kembali pentingnya solusi dua negara dan pengakuan kemerdekaan Palestina sebagai jalan menuju perdamaian abadi di kawasan.
KH Cholil Nafis menegaskan bahwa perhatian dan dukungan masyarakat Indonesia harus tetap diarahkan pada upaya pembebasan Gaza dari genosida dan perjuangan kemerdekaan Palestina, bukan sekadar merayakan serangan balasan antara negara-negara di kawasan. Ia mengajak seluruh umat untuk terus mendoakan dan mendukung langkah-langkah nyata demi terwujudnya keadilan dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina.






