INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona merah pada perdagangan pagi hari ini, Senin (23/6/2025), melanjutkan tren pelemahan yang terjadi di pekan sebelumnya. Kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah menjadi sentimen utama yang menekan pergerakan indeks.
Berdasarkan pantauan, IHSG dibuka turun signifikan pada awal perdagangan. Data beberapa sumber menunjukkan IHSG dibuka anjlok 114,26 poin pada pukul 09:24 WIB. Awal perdagangan, IHSG turun 1,07% atau 73,66 poin ke level 6.833,47, dengan mayoritas saham bergerak di zona merah. Lainnya juga mengonfirmasi pembukaan IHSG yang terjun bebas sebesar 2,11% pada pukul 09:19 WIB.
Pada pukul 09:30 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat berada di level 6.795,271, berdasarkan data marketIndexData. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.833,572 dan terendah di 6.751,863.
Analis pasar dari beberapa sekuritas telah memproyeksikan pelemahan IHSG di awal pekan ini. Samuel Sekuritas Indonesia, seperti dikutip SWA, memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, didasarkan pada tekanan eksternal dari pasar regional yang juga dibuka di zona merah. Hal ini juga sejalan dengan analisis MNC Sekuritas yang memprediksi IHSG rawan terkoreksi lanjutan ke rentang 6.720-6.800, serta Pasardana yang menyebut IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini.
Sentimen negatif utama datang dari memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya pasca serangan yang dilaporkan terjadi pada akhir pekan lalu. Kondisi ini membuat pasar saham di kawasan Asia dan global kompak bergerak di zona merah, turut menyeret IHSG.
Selain itu, kurs rupiah juga terpantau lesu di awal pekan ini. Investor masih akan mencermati perkembangan situasi global sebagai faktor utama pergerakan pasar.*






