Menu

Mode Gelap
Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

KEUANGAN

IHSG Melemah di Awal Perdagangan Kamis karena Sentimen Suku Bunga dan Geopolitik

badge-check


					IHSG Melemah di Awal Perdagangan Kamis karena Sentimen Suku Bunga dan Geopolitik Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, 19 Juni 2025. Berdasarkan data BEI via RTI, IHSG terkoreksi 14,16 poin atau 0,20% ke level 7.093,62 pada pukul 09.05 WIB, melanjutkan tren penurunan dari hari sebelumnya.

Pada awal sesi, IHSG bergerak di kisaran terendah 7.093 dan tertinggi 7.115, dengan volume perdagangan mencapai 1,08 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp719,76 miliar. Dari 598 saham yang diperdagangkan, 193 saham turun, 163 saham naik, dan 242 saham stagnan.

Sektor-sektor yang paling menekan IHSG pagi ini antara lain sektor kesehatan yang turun 0,37%, barang baku 0,34%, keuangan 0,32%, dan barang konsumer primer 0,31%. Saham-saham top losers di LQ45 pagi ini antara lain PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 2,13%, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 2,25%, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 1,94%.

Tekanan pada IHSG terjadi setelah Bank Indonesia (BI) dan The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada rapat masing-masing. Keputusan ini dinilai pasar kurang memberikan sentimen positif, sehingga sektor finansial menjadi pemberat utama laju IHSG. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran, serta sikap negara-negara G7 yang membela Israel, turut memicu ketidakpastian di pasar keuangan.

Analis memperkirakan IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan dalam rentang 6.721–6.919, dengan level support di 7.079 dan 7.009, serta resistance di 7.240 dan 7.324. Namun, secara teknikal, ada peluang rebound jangka pendek jika IHSG mampu bertahan di atas level support 7.050–7.070.

Dengan sentimen eksternal dan internal yang masih membayangi, pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan tetap volatile hingga akhir pekan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Populer NASIONAL