INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, 19 Juni 2025. Berdasarkan data BEI via RTI, IHSG terkoreksi 14,16 poin atau 0,20% ke level 7.093,62 pada pukul 09.05 WIB, melanjutkan tren penurunan dari hari sebelumnya.
Pada awal sesi, IHSG bergerak di kisaran terendah 7.093 dan tertinggi 7.115, dengan volume perdagangan mencapai 1,08 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp719,76 miliar. Dari 598 saham yang diperdagangkan, 193 saham turun, 163 saham naik, dan 242 saham stagnan.
Sektor-sektor yang paling menekan IHSG pagi ini antara lain sektor kesehatan yang turun 0,37%, barang baku 0,34%, keuangan 0,32%, dan barang konsumer primer 0,31%. Saham-saham top losers di LQ45 pagi ini antara lain PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) turun 2,13%, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 2,25%, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 1,94%.
Tekanan pada IHSG terjadi setelah Bank Indonesia (BI) dan The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada rapat masing-masing. Keputusan ini dinilai pasar kurang memberikan sentimen positif, sehingga sektor finansial menjadi pemberat utama laju IHSG. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran, serta sikap negara-negara G7 yang membela Israel, turut memicu ketidakpastian di pasar keuangan.
Analis memperkirakan IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan dalam rentang 6.721–6.919, dengan level support di 7.079 dan 7.009, serta resistance di 7.240 dan 7.324. Namun, secara teknikal, ada peluang rebound jangka pendek jika IHSG mampu bertahan di atas level support 7.050–7.070.
Dengan sentimen eksternal dan internal yang masih membayangi, pergerakan IHSG pada hari ini diperkirakan tetap volatile hingga akhir pekan.*






