INAnews.co.id, Jakarta– Anggota DPR RI, Eva Monalisa, menyerukan kepada seluruh umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk tidak tinggal diam di hadapan kejahatan dan pembantaian sistematis terhadap rakyat sipil Palestina, khususnya di Gaza. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah acara konsolidasi yang dihadiri ulama, tokoh nasional, aktivis, dan relawan “Konvoi Damai Menembus Blokade Gaza”, di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (28/6/2025)
“Hari ini kita hadir bukan hanya sebagai bagian dari sebuah komunitas, tapi sebagai bagian dari sejarah umat Islam dan umat manusia yang dipanggil untuk tidak diam di hadapan kejahilan, kebiadaban, dan pembantaian yang sistematis terhadap rakyat sipil Palestina, terutama di Gaza,” tegas Eva Monalisa.
Ia menyoroti jumlah korban yang mencapai lebih dari 55.000 jiwa, yang mayoritas adalah anak-anak dan perempuan. Eva Monalisa menekankan bahwa ini bukan sekadar konflik politik, melainkan tragedi kemanusiaan dan “luka kita semua.”
Menurut Eva, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Ia merujuk pada amanat konstitusi yang jelas menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sehingga penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Lebih dari itu, ia menyebut umat Islam Indonesia memiliki hati nurani yang hidup dan tidak bisa menyaksikan penderitaan rakyat Palestina dengan berpangku tangan.
“Kita menyaksikan penderitaan mereka tidak dengan kepasifan, tapi dengan langkah-langkah nyata, salah satunya konvoi damai menembus blokade Gaza,” jelasnya.
Eva Monalisa mengajak seluruh elemen yang hadir untuk menyatukan visi, narasi, dan aksi. Sebagai seorang Muslim, seorang ibu, dan warga negara Indonesia, ia percaya bahwa Indonesia bisa menjadi bagian dari diplomasi dunia, menghimpun kekuatan umat, dan menyampaikan pesan bahwa umat Islam tidak akan tinggal diam.
“Ini bukan hanya tentang Gaza, ini tentang nilai kemanusiaan yang universal, marwah umat Islam, masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Ia menyerukan agar konsolidasi ini dilanjutkan dengan ketulusan dan keberanian. “Semoga setiap langkah kita menjadi amal jariyah, menjadi bagian dari jihad di jalan Allah,” harapnya. Eva Monalisa menutup pernyataannya dengan pesan kuat, “Jangan biarkan Gaza padam, jadilah cahaya yang menembus pokoknya.”






