Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Koreksi Berita : Jurnalis Sulut Alami Pengancaman Terkait Pemberitaan BBM Ilegal

badge-check


					Gambar ilustrasi AI Perbesar

Gambar ilustrasi AI

INAnews.co.id, Sulut- Upaya melawan oknum BBM Ilegal ternyata ditanggapi dengan ancaman kepada Hendra Tololiu, Ketua Ormas Lidik Krimsus RI Wilayah Sulawesi Utara.

Hendra mendapat ancaman usai menulis pemberitaan keberadaan gudang penimbunan Bio Solar ilegal. Lokasi penimbunan berada di sejumlah titik seperti Minahasa Utara, Sawangan, dan Kota Manado.

Menurut Hendra ancaman datang dari oknum berinisial SS, ancaman dilontarkan dalam pesan suara yang dikirim SS kepada Hendra lewat pesan WhatsApp. SS melontarkan makian, ancaman fisik, dan intimidasi frontal yang tak pantas ditujukan kepada Hendra sebagai jurnalis yang memuat pemberitaan BBM Ilegal.

“Malam kawan Hendra, nga memang babi, anjing, ngana catut tape nama dalam media, baku dapa torang di Megamas,” bunyi ancaman yang dilontarkan SS , kata Hendra kepada Redaksi pada Jumat 13 Juni 2025.

Lanjutnya, “Biar nga legal konsultan, pemai kita nyaperna hitung pa ngana, kita nyanda tako dengan ngana pe profil Garuda.” ucap SS dengan nada yang tinggi.

 

Artikel ini telah mengalami perubahan redaksional pada foto, judul dan isi, pukul 19.36 WIB, Kamis, 31 Juli 2025.

 

Ketua Umum Lidik Krimsus Ossie Gumanti angkat bicara. Dalam pernyataannya, Ossie meminta kepada Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie untuk tidak tinggal diam atas ancaman nyata terhadap para jurnalis dan aktivis.

“Ini bukan sekadar caci maki. Ini ancaman serius terhadap nyawa jurnalis. Jangan tunggu ada korban jiwa baru aparat bergerak. Saya minta Kapolda Sulut segera menangkap preman-preman yang bersembunyi di balik baju ormas dan menjadikan ancaman sebagai senjata melindungi bisnis kotor mereka,” tegas Gumanti pada Jumat 13 Juni 2025.

Gumanti menilai, jika polisi masih diam, maka Sulut resmi jadi surga bagi mereka yang berani membongkar praktik ilegal.

“Saya dan rekan-rekan jurnalis baik yang ada di daerah dan di pusat tidak akan mundur. Tapi kami butuh keberanian dari aparat untuk melindungi hak kami menyuarakan kebenaran. Kalau Kapolda tidak sanggup atasi ini, maka rakyat berhak bertanya, siapa yang sebenarnya dilindungi polisi hari ini,”ujar Ossie.

Tambah Gumanti, ancaman yang diterima Hendra menjadi bukti. Menurutnya mereka tidak hanya bermain di balik layar, tapi kini menantang hukum secara terbuka.

“Jika ini dibiarkan, maka keamanan jurnalis di Sulawesi Utara berada dalam bahaya nyata. Negara tidak boleh kalah dengan preman. Jika suara jurnalis dibungkam dengan ancaman, maka demokrasi sedang dirampok di siang bolong. Kami akan lawan sampai tuntas, dan mendesak Kapolda Sulut bertindak sebelum semuanya terlambat,” tutup Gumanti.

 

Artikel ini telah mengalami perubahan redaksional pada foto, judul dan isi, pukul 19.36 WIB, Kamis, 31 Juli 2025. Pada judul sebelumnya “Usai Diberitakan, Mafia BBM Solar Fokla Pakai Preman Berkedok Ormas Untuk Ancam Aktivis dan Jurnalis” link, https://www.inanews.co.id/2025/06/usai-diberitakan-mafia-bbm-solar-fokla-pakai-preman-berkedok-ormas-untuk-ancam-aktivis-dan-jurnalis/

Redaksi telah melakukan kewajiban terkait Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/III/2012 tentang Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Penilaian Dewan Pers. Sampai berita ini mengalami perubahan redaksional pada judul dan isi pihak Redaksi belum menerima Hak Jawab.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango

9 Januari 2026 - 18:59 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Pantai Pohon Cinta, Ikon Wisata Favorit di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo

8 Januari 2026 - 16:13 WIB

Populer DAERAH