INAnews.co.id, Jakarta – Parfum telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Aromanya yang harum mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memberikan kesan menyenangkan bagi orang di sekitar.
Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua parfum aman bagi kesehatan? Banyak produk di pasaran mengandung bahan sintetis yang, jika digunakan secara berlebihan atau dalam jangka panjang, bisa berdampak negatif bagi tubuh.
Bahan Berbahaya yang Sering Tersembunyi
Beberapa parfum mengandung senyawa kimia seperti phthalates, musk sintetis, dan paraben. Phthalates, misalnya, digunakan untuk membantu aroma bertahan lebih lama, namun studi menunjukkan bahwa zat ini dapat mengganggu sistem hormon manusia. Musk sintetis yang sering dipakai untuk menciptakan aroma dasar juga dikaitkan dengan gangguan sistem reproduksi dan iritasi kulit.
Paraben, yang berfungsi sebagai pengawet, juga patut diwaspadai karena dapat meniru hormon estrogen dalam tubuh dan berpotensi memicu ketidakseimbangan hormonal. Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi, penggunaan parfum berbahan sintetis ini dapat memicu reaksi seperti ruam, gatal, hingga sesak napas.
Dampak Lingkungan
Selain berdampak pada kesehatan, parfum sintetis juga memberi beban pada lingkungan. Limbah produksi dan penggunaan parfum dapat mencemari udara dan air, terutama jika mengandung senyawa volatil yang sulit terurai secara alami.

Bagaimana Mengatasinya?
1. Pilih Parfum Berlabel “Natural” “Non-Toxic” atau “Phthales-free”.
Saat memilih parfum, perhatikan label dan komposisinya. Hindari produk yang hanya mencantumkan “fragrance” atau “parfum” tanpa penjelasan rinci, karena istilah tersebut bisa menyembunyikan puluhan bahan sintetis.
2. Gunakan Parfum Berbahan Dasar Minyak Esensial Alami
Minyak esensial seperti lavender, rose, atau sandalwood tidak hanya wangi alami, tetapi juga memiliki manfaat aromaterapi yang menenangkan pikiran.
3. Gunakan pada Pakaian, Bukan Kulit Langsung
Jika Anda belum bisa beralih dari parfum favorit, gunakan di bagian luar pakaian, bukan langsung pada kulit, untuk mengurangi kontak langsung bahan kimia dengan tubuh.
4. Kenali Reaksi Tubuh Anda
Perhatikan jika Anda mengalami gejala seperti sakit kepala, batuk, atau iritasi kulit setelah memakai parfum tertentu—ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh Anda tidak cocok dengan bahan di dalamnya.
5. Alangkah Baiknya Jika Bisa Meracik Sendiri
Salah satu solusi terbaik adalah membuat parfum alami sendiri. Dengan meracik sendiri, Anda bisa mengontrol bahan yang digunakan, menyesuaikan aroma sesuai selera, dan tentunya menjauh dari risiko bahan kimia berbahaya. Tak hanya itu, meracik parfum sendiri juga bisa menjadi aktivitas kreatif yang menyenangkan dan wangi yang personal.
Kesimpulan
Parfum memang membawa sisi positif dalam kehidupan, namun penting untuk lebih bijak dalam memilih dan menggunakannya. Dengan meningkatnya kesadaran akan bahan berbahaya dan dampaknya bagi tubuh serta lingkungan, kini saatnya beralih ke pilihan yang lebih alami dan aman. Jangan ragu untuk mengeksplorasi dunia parfum alami karena keharuman tak harus datang dari senyawa sintetis.
Ditulis oleh Liora R.






