INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan hari ini, Kamis 17 Juli 2025, dengan performa yang impresif, dibuka menguat signifikan dan melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya. Berbagai sumber pasar mengindikasikan adanya sentimen positif domestik yang menjadi pendorong utama penguatan indeks.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG langsung tancap gas, dibuka naik 44,11 poin ke level 7.229,26. Bahkan, dalam beberapa menit setelah pembukaan, IHSG terpantau terus “ngegas” dan melangkah nyaman di level 7.200-an. Data Bloomberg pada pukul 10.05 WIB menunjukkan IHSG berada di level 7.269,76, menguat sekitar 1,08% dari penutupan kemarin di 7.192,018. Penguatan ini juga tercatat oleh CNBC Indonesia yang melaporkan IHSG dibuka naik 0,98% ke level 7.263,71.
Menurut sejumlah analis, penguatan IHSG hari ini didorong oleh beberapa faktor. Salah satu sentimen positif yang cukup kuat adalah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang baru saja memangkas suku bunga acuan. Pemangkasan BI Rate ini diharapkan dapat memberikan stimulus bagi perekonomian domestik, sehingga mendorong aktivitas bisnis dan investasi di pasar saham.
Selain itu, sentimen terkait negosiasi tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) juga turut memberikan angin segar bagi pasar. Adanya potensi kesepakatan tarif perdagangan yang menguntungkan Indonesia dapat mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan prospek ekspor, yang pada gilirannya berdampak positif pada kinerja emiten.
Meskipun demikian, beberapa analis juga mengingatkan akan adanya potensi tekanan dari sentimen negatif pasar regional dan global, seperti ketidakpastian perang tarif AS dan tingginya tensi geopolitik global. Reliance Sekuritas, misalnya, memproyeksikan IHSG pada hari ini cenderung melemah meski dibuka menguat, ditekan oleh sentimen negatif dari pasar regional seperti Kospi dan Nikkei yang terpantau melemah.
Namun, FAC Sekuritas memiliki pandangan yang lebih optimis, memperkirakan IHSG cenderung bergerak di zona hijau meskipun dibayangi tekanan jual investor asing, ketidakpastian perang tarif, dan tingginya tensi geopolitik global. Mereka melihat adanya potensi demand yang stabil untuk instrumen SBN berdenominasi rupiah yang juga bisa menjadi katalis positif.
Pada sesi pagi ini, terpantau sebanyak 259 saham naik, 114 turun, dan 598 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 871,7 miliar yang melibatkan 888,4 juta saham dalam 74,42 ribu kali transaksi. Beberapa saham yang menjadi sorotan investor dan direkomendasikan untuk dibeli antara lain BUMI, BRMS, MAPA, BBNI, ASII, dan CUAN.
Para investor diharapkan untuk tetap mencermati pergerakan IHSG sepanjang hari ini dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal maupun internal yang dapat memengaruhi kinerja pasar.*






