Menu

Mode Gelap
Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh Meragukan Arah Pemerintahan Prabowo: Pintu yang Sama dengan Jokowi

KORUPSI

Prabowo Dinilai Serius Berantas Korupsi tapi Terkendala Politik

badge-check


					Prabowo Dinilai Serius Berantas Korupsi tapi Terkendala Politik Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Prof. Mahfud MD memberikan penilaian terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi. Meski menilai keseriusan Prabowo, Mahfud menyebut adanya kendala konfigurasi politik yang menghambat.

“Dengan husnudzon, saya melihat kalau semangatnya Pak Prabowo sungguh-sungguh baik di dalam konsepnya maupun di dalam upaya implementasinya,” ujar Mahfud dalam podcast bersama Novel Baswedan, Kamis.

Mahfud mengapresiasi visi Prabowo yang tertuang dalam bukunya “Paradoks” yang menggambarkan kondisi Indonesia yang kotor karena permainan uang, politik, dan hukum yang tidak ditegakkan. “Pak Prabowo kalau melihat konsep pemberantasan korupsinya dan kecintaannya kepada republik ini sudah menggambarkan dengan baik pandangan dia,” katanya.

Namun, Mahfud mengakui bahwa sebagai presiden, Prabowo tidak bisa lepas dari realitas politik. “Saya melihat ketika menjadi presiden, dia tidak bisa lepas juga dari konfigurasi politik. Sehingga terasa ada political trade off,” jelasnya.

Kendala politik ini, menurut Mahfud, terlihat dari masuknya orang-orang yang secara opini pernah bermasalah ke dalam kabinet. “Kalau memberantas korupsi sebenarnya orang-orang yang secara opini pernah punya masalah tapi tidak diselesaikan mestinya tidak ikut ngurusi kabinet. Itu langkah pertama,” sarannya.

Mahfud juga menyoroti inkonsistensi dalam penanganan kasus. “Yang kedua dia juga seperti gamang. Berteriak ‘tidak lakukan itu’ tapi sesudah sampai saat tertentu ini mati, kasus ini hilang. Bahkan kasus Jiwasraya misalnya, kasus Bansos,” kritiknya.

Meski demikian, Mahfud tetap memberikan apresiasi terhadap beberapa langkah yang telah diambil Prabowo, seperti penangkapan Riza Chalid yang selama bertahun-tahun lolos dari jeratan hukum. “Baru zaman Pak Prabowo ditangkap. Artinya niat baiknya ada,” akunya.

Mahfud berharap Prabowo tidak terlalu lama dalam fase penataan strategi. “Saya kira dia ini sekarang sedang menata. Mudah-mudahan menunggu tidak terlalu lama. Kalau sampai 5 tahun menunggu ya selesai lagi,” katanya.

Dengan tegas, Mahfud menyatakan jika dalam 3 tahun tidak ada perubahan signifikan, maka tidak akan ada perubahan sama sekali. “3 tahun saja tidak berubah tidak akan ada perubahan. Sayang Prof. Kalau 3 tahun masih gini-gini ya kita ritual saja, ritual pemilu,” pungkasnya mantan Ketua MK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo

25 Februari 2026 - 20:45 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

25 Februari 2026 - 16:05 WIB

Populer POLITIK