INAnews.co.id, Jakarta– Wacana pengibaran bendera bajak laut “One Piece” di bulan kemerdekaan Republik Indonesia memicu polemik yang membelah masyarakat. Menurut pengamat politik Adi Prayitno, kontroversi ini sesungguhnya adalah ekspresi kritis dari anak muda yang merasa Indonesia saat ini “sedang tidak baik-baik saja.”
Prayitno menyoroti bahwa di tengah perayaan kemerdekaan ke-80, masih banyak persoalan bangsa yang belum terselesaikan, seperti kemiskinan, pengangguran, dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menafsirkan bendera One Piece sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang zalim dan situasi yang tidak berpihak pada rakyat, mirip dengan alur cerita dalam anime tersebut.
“Seharusnya ini dimaknai sebagai sebuah kritik agar Indonesia di usianya yang semakin menua ini berbenah dan memberikan solusi-solusi yang terukur,” kata Prayitno melalui channel YouTube-nya, kemarin.
Ia menambahkan, jika pesan kritik ini ditanggapi dengan respons yang agresif, seperti tuduhan makar, maka akan menciptakan jurang antara pemerintah dan rakyat.






