INAnews.co.id, Jakarta– Polemik seputar pengibaran bendera “One Piece” di bulan Agustus menjadi cerminan kegalauan anak muda terhadap kondisi bangsa.
Pengamat politik Adi Prayitno berpendapat, respon agresif pemerintah terhadap fenomena ini justru akan memperlebar jarak antara kekuasaan dan rakyat.
Prayitno menjelaskan, pernyataan dari pihak pemerintah yang menyebut pengibaran bendera tersebut berpotensi makar dan mengarah pada tindakan pidana telah memicu reaksi balik dari masyarakat.
Ia menilai, respons yang berlebihan ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam memahami ekspresi kritis kaum muda.
“Anak-anak muda yang menjadi fans One Piece adalah anak-anak muda yang mencintai Indonesia sepenuh hati. Mereka punya cara untuk mencintai bangsanya,” tegas Prayitno, kemarin, lewat channel YouTube-nya.
Ia menyarankan agar pemerintah merespons kritik ini dengan solusi nyata, alih-alih melawannya dengan ancaman hukum.






