INAnews.co.id, Jakarta– Dua program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, mendapat peringatan keras dari pengamat kebijakan publik, Muhammad Said Didu. Kedua program ini dinilainya sangat rentan terhadap kegagalan dan penyalahgunaan.
Terkait MBG yang anggarannya hampir Rp450 triliun, Didu menyatakan kekhawatirannya akan besarnya potensi kebocoran dan sabotase. “Ini masalah logistik, masalah manajemen. Saya dapat informasi berbagai masalah dalam pelaksanaan MBG ini yang sepertinya bisa menjadi bom waktu meledak,” ucapnya di channel YouTube-nya, Senin.
Dia menyarankan agar pimpinan program ini bukanlah ahli gizi, melainkan ahli logistik dan manajemen yang mumpuni untuk mengelola anggaran sebesar itu hingga ke tingkat kampung.
Sementara untuk Koperasi Merah Putih, Didu mengingatkan agar tidak menjadi ajang rebutan baru di tingkat desa. “Jangan sampai jadi perebutan preman desa. Bagaimana berhadapan dengan preman pengelola parkir selama ini jika koperasi ini boleh mengelola parkir?” tanyanya.
Ia memprediksi program ini bisa menjadi alat baru untuk korupsi dan penampungan politik, mirip dengan masalah yang selama ini membelit dana desa dan BUMD. Said Didu meminta Prabowo betul-betul waspada dan menurunkan tim terbaik untuk mengawal kedua program tersebut.






