Menu

Mode Gelap
Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap

NASIONAL

Gemuruh Solidaritas untuk Gaza di Monas, Seruan Boikot dan Aksi Nyata Diserukan

badge-check


					Gemuruh Solidaritas untuk Gaza di Monas, Seruan Boikot dan Aksi Nyata Diserukan Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Ribuan orang membanjiri kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Ahad pagi (3/8/2025), memenuhi panggilan nurani dalam Aksi Akbar “Bersatu Padu Selamatkan Gaza” yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP). Orasi menggugah, seruan boikot produk yang terafiliasi Zionis, dan pembacaan pernyataan sikap dalam tiga bahasa mewarnai aksi solidaritas terbesar tahun ini, yang dihadiri puluhan ribu massa dan tokoh nasional lintas bidang.

Puncak aksi ini adalah pembacaan Pernyataan Sikap Peserta Aksi Akbar dalam bahasa Inggris (oleh Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim), Arab (oleh Ustaz Zaitun Rasmin), dan Indonesia (oleh KH Cholil Nafis). Pernyataan tegas berisi kecaman atas genosida di Gaza dan tuntutan nyata kepada pemimpin dunia, khususnya negara-negara Islam, untuk menghentikan pembantaian serta membuka akses kemanusiaan ke Palestina.

Lima poin utama tersebut mencakup:

1. Kecaman keras atas genosida dan pelaparan massal terhadap warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak.

2. Seruan tindakan konkret kepada para pemimpin dunia untuk menghentikan kekejaman.

3. Tuntutan agar Mesir dan Yordania membuka blokade dan memfasilitasi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

4. Permintaan agar Presiden RI Prabowo Subianto memimpin dunia melawan genosida sesuai amanat konstitusi.

5. Imbauan boikot produk terafiliasi Israel dan memperbanyak doa Qunut Nazilah hingga Palestina merdeka.

“Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan,” kutipan konstitusi UUD 1945 ditegaskan dalam pernyataan ini, menambah bobot moral tuntutan aksi.

Aksi yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini dihadiri pejabat tinggi negara seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta deretan ulama: Ustaz Abdul Somad (UAS), Ustaz Das’ad Latif, Ustaz Bachtiar Nasir, Prof. Din Syamsuddin, dan banyak lagi.

Dalam orasinya, Ustaz Abdul Somad menegaskan, “Tidak perlu menjadi Muslim untuk peduli Palestina. Cukup menjadi manusia untuk peduli Palestina.” Ia meminta aksi ini tidak berhenti pada deklarasi, melainkan terus disuarakan lewat dakwah, simbol perjuangan, dan aksi boikot.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan untuk produk Israel bisa berujung menjadi peluru yang membunuh warga sipil di Gaza,” tegasnya, mengajak semua peserta untuk melakukan perubahan keseharian demi membela Palestina.

Sementara itu, Mardani Ali Sera (Ketua BKSAP DPR RI) menekankan, “Ada banyak jalan membantu Palestina. Ada banyak cara kreatif untuk mencintai Palestina,” serta mengapresiasi posisi aktif pemerintah Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina di forum dunia. Keterlibatan artis dan publik figur yang mendukung aksi kemanusiaan ini juga diapresiasi sebagai upaya memperluas gelombang solidaritas.

Ustaz Das’ad Latif menyoroti pentingnya iman dan tindakan nyata: “Kalau kau beriman pada Allah, kenapa engkau tidak datang aksi bela Palestina?” Ia juga mengajak masyarakat untuk berhijrah—boikot produk terafiliasi Israel, gunakan produk dalam negeri, dan berbagi rezeki untuk perjuangan Palestina. “Ayo bersedekah. Itu bagian dari jihad. Adakah orang yang bantu Palestina lalu bangkrut? Tidak ada!” serunya, membakar semangat peserta aksi.

Aksi ini diwarnai semangat persaudaraan lintas organisasi, dengan peserta dari ormas Islam, aktivis kemanusiaan, dan masyarakat lintas wilayah. Pesan utama yang dikumandangkan adalah penghentian penjajahan dan upaya konkret pembukaan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Aksi Akbar di Monas menjadi simbol kuat persatuan bangsa Indonesia dalam membela hak dan kemanusiaan rakyat Palestina, serta menegaskan desakan moral kepada dunia internasional untuk segera menghentikan segala bentuk penindasan dan genosida di Gaza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

12 Januari 2026 - 17:47 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi

12 Januari 2026 - 15:43 WIB

Populer NASIONAL