INAnews.co.id, Jakarta– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin, 4 Agustus 2025, dibuka di zona merah. IHSG diperdagangkan di level 7.516, melemah 22,778 poin atau setara 0,32% dari penutupan sebelumnya di 7.538.
Berdasarkan data RTI, pergerakan IHSG cenderung fluktuatif sepanjang pagi hari. Setelah dibuka melemah, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.560, namun kemudian kembali turun. Analis dari Samuel Sekuritas Indonesia, Ashalia Fitri Yuliana, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG ini dipengaruhi oleh sentimen negatif dari bursa regional dan global.
“Pagi ini, Kospi (-0,13%) dan Nikkei (-2,10%) dibuka melemah. Kami memperkirakan IHSG akan melemah hari ini di tengah sentimen negatif dari pasar regional dan global,” ujar Ashalia, dikutip dari riset resmi Samuel Sekuritas.
Lebih lanjut, pelemahan bursa global juga dipicu oleh laporan ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan dan pengumuman tarif baru oleh Presiden Donald Trump.
Meskipun demikian, ada beberapa saham yang menjadi perhatian investor. Saham-saham seperti TLKM, TOBA, UNVR, DEWA, dan ANTM terpantau banyak dibeli oleh investor asing.
Sementara itu, tim analis FAC Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak mixed atau variatif, mengingat investor tengah wait and see menanti rilis laporan keuangan kuartal II 2025 dari sejumlah emiten.
Hingga berita ini ditulis, IHSG masih bergerak di zona merah dengan total volume saham yang diperdagangkan mencapai 1,793 miliar lembar, senilai Rp1,074 triliun. Tercatat 232 saham menguat, 227 saham melemah, dan 195 saham stagnan.*






