Menu

Mode Gelap
Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi

INDAG

IHSG BEI Senin Dibuka Menguat

badge-check


					IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa). Perbesar

IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa).

INAnews.co.id, Jakarta– IHSG dibuka dan bergerak menguat di awal perdagangan Senin (11/8/2025). Berdasarkan data RTI yang dikutip Kompas.com, pukul 09.02 WIB IHSG tercatat di angka 7.606,22, naik 72,84 poin atau sebesar 0,97% dibanding penutupan sebelumnya di level 7.533,38.

Di sesi itu, sebanyak 263 saham menguat, 124 saham melemah, dan 234 saham tidak bergerak. Volume perdagangan mencapai sekitar 804,98 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 739,52 miliar.

Namun, secara mingguan IHSG mengalami sedikit pelemahan 0,06% dengan posisi pada pekan sebelumnya di 7.537,76 dan mencatat penguatan 0,58% pada Jumat (8/8). Sejumlah analis dari MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan koreksi untuk menguji support di rentang 7.259-7.415, dengan resistance pada kisaran 7.579 hingga 7.675.

Mereka juga merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham-saham seperti PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Barito Renewables Energy (BREN), PT Vale Indonesia (INCO), dan PT Telkom Indonesia (TLKM).

Sentimen positif datang dari penguatan nilai tukar rupiah dan optimisme pasar global terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed, serta berita rebalancing indeks MSCI yang menjadi sentimen positif bagi IHSG.

Sementara itu, analis Indo Premier menilai IHSG tetap berpeluang menguat menuju level sekitar 7.600, namun dihantui potensi koreksi turun ke bawah 7.500 karena tekanan jual dan net sell asing yang masih cukup signifikan.

Secara garis besar, IHSG di awal pekan ini menunjukkan penguatan terbatas di tengah kondisi pasar yang cukup volatil dan sentimen global yang masih dinamis.

Jika hendak mengikuti perkembangan harian IHSG dan rekomendasi saham dari analis lebih lanjut, disarankan untuk memantau rilis data dan berita pasar secara berkala.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah

13 Januari 2026 - 05:59 WIB

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Populer EKONOMI