Menu

Mode Gelap
Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

SOSIAL

Komitmen Solidaritas untuk Gaza Tidak Berhenti Sampai Palestina Merdeka

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta Aksi solidaritas untuk Palestina yang terus bergulir di Indonesia mendapat penegasan kuat dari tokoh muslim sekaligus Ketum PP Hidayatullah, Nashirul Haq Marling yang menyatakan bahwa gerakan ini tidak akan berhenti sampai tercapainya kemerdekaan dan stabilitas di Palestina.

“Mungkin ada yang bertanya dari masyarakat kita, kenapa aksi ini tidak berhenti? Kita jawab: tidak akan berhenti sampai kemerdekaan dan sampai kemudian terjadi keamanan dan kestabilan di Palestina,” tegas Nashirul Haq dalam pernyataannya, Jumat (1/8/2025), di AQL, Tebet, Jakarta Selatan.

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina mulai memudar seiring berkurangnya pemberitaan media tentang konflik di Gaza.

Nashirul Haq memberikan perspektif spiritual yang mendalam terhadap tragedi yang menimpa Palestina. Menurutnya, peristiwa ini merupakan kehendak Allah SWT yang juga berfungsi sebagai ujian bagi umat Islam di seluruh dunia.

“Secara prinsip, kita meyakini bahwa apapun yang terjadi hingga saat sekarang ini adalah kehendak Allah SWT,” ujarnya, sambil mengutip ayat Al-Quran: “Wa alladhina jahadu fina la nahdiyannnahum subulana”.

Ia menekankan bahwa mungkin ikhtiar, mujahadah, dan doa umat Islam belum maksimal, sehingga Allah masih menunggu upaya yang lebih besar sebelum menurunkan pertolongan-Nya.

Merujuk pada data korban yang mencapai 60 ribu jiwa syahid, belum termasuk ribuan yang luka-luka dan mati kelaparan, Nashirul Haq menegaskan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuangan mereka.

“Semuanya itu bagi Allah SWT adalah jihad, insya Allah,” katanya dengan penuh keyakinan.

Tokoh ini juga menyoroti makna filosofis di balik tragedi Palestina dengan mengutip ayat “Wa nabluukum bi asy-syarri wal khairi fitnah”. Menurutnya, Allah menggunakan peristiwa ini untuk menyadarkan umat Islam dan dunia.

“Ketika kita diuji dengan al-khair, banyak yang lalai. Tapi ketika asy-syarr, biasanya banyak yang terbangun, banyak yang sadar,” jelasnya.

Nashirul Haq menjelaskan bahwa kehadiran mereka dalam aksi solidaritas merupakan bentuk ahsanu ‘amala (perbuatan terbaik) sebagai respons terhadap ujian Allah. “Ahsanu ‘amala ini dalam bentuk doa, dalam bentuk donasi, dalam bentuk aksi, diplomasi, dan semuanya,” paparnya.

Salah satu tujuan penting dari aksi berkelanjutan ini adalah mengedukasi masyarakat Indonesia yang mulai menganggap situasi Gaza sudah membaik.

“Sekarang ini masyarakat Indonesia menganggap Gaza sudah aman-aman saja, tidak ada lagi pengeboman. Padahal penderitaannya tidak berkurang,” ungkap Nashirul Haq.

Ia menekankan bahwa kondisi saat ini justru lebih kejam karena membiarkan penduduk Gaza mati kelaparan, yang menurutnya merupakan bentuk perang yang sangat tidak adil.

Pesan penutup dari tokoh muslim ini adalah ajakan kepada seluruh umat Islam dan dunia untuk memberikan perhatian serius terhadap Gaza. “Kita ini semuanya adalah upaya membangunkan kaum muslimin, membangunkan dunia untuk kemudian bersama-sama memberikan perhatian yang serius terhadap Gaza,” tutupnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa gerakan solidaritas Palestina di Indonesia tidak hanya bersifat sementara, tetapi merupakan komitmen jangka panjang yang akan terus berlanjut hingga tercapainya keadilan untuk rakyat Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG

12 Januari 2026 - 13:38 WIB

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Populer GERAI HUKUM